foto

Petugas melakukan penyemprotan/pengasapan (fogging) nyamuk penyebab demam berdarah (Aedes Aegypti).[TEMPO/ Tommy Satria]

Penderita Deman Berdarah di Jambi Meningkat

TEMPO.CO, Jambi - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jambi terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode Januari hingga September 2011 jumlahnya mencapai 777 orang, sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, pada tahun 2010 jumlah penderita DBD tercatat 178 penderita dan seorang di antaranya meninggal dunia. Adapun tahun 2009 ditemukan 254 penderita dan sebanyak lima orang meninggal dunia. “Penyebabnya akibat pola hidup masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan atau pola hidup yang tidak sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada, Selasa, 1 November 2011.

Andi Pada menjelaskan penderita terbanyak terdapat di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, dan Kabupaten Bungo. Dari daerah-daerah tersebut, Kota Jambi merupakan daerah paling parah. Penyakit DBD di Kota Jambi menyebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kotabaru, Telanaipura, dan beberapa kecamatan lainnya.

Anomali cuaca atau perubahan cuaca yang tidak menentu, kata Andi Pada, juga menjadi penyebab meningkatnya jumlah penderita DBD. Tergambar dari penyebaran DBD selama tahun 2011, yakni paling banyak terjadi pada bulan Agustus sebanyak 251 kasus dan September 201 kasus. Sedangkan bulan Juli 126 kasus.

Upaya pencegahan yang dilakukan adalah memperbaiki pola hidup masyarakat serta memberantas sarang nyamuk. “Masyarakat harus membiasakan diri hidup sehat,” ucap Andi.

Tindakan berupa fogging tidak bisa diandalkan sebagai solusi karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak mematikan jentik-jentiknya.

Salah seorang warga Kecamatan Kota Baru, Jambi, Mustofa, 47 tahun, meminta Dinas Kesehatan terus membantu masyarakat mencegah penyebaran DBD. "Saya sudah lama tidak melihat petugas kesehatan melakukan upaya pencegahan, termasuk melakukan fogging. Kalaupun ada fogging dilakukan simpatisan, bukan pemerintah," ucap dia.

SYAIPUL BAKHORI