REUTERS/Beawiharta
Topik
Infografis
Tekanan Jual Masih Membayangi Bursa Lokal
TEMPO.CO, Jakarta - Rontoknya harga saham di bursa Wall Street akibat mencuatnya kekhawatiran krisis Yunani bisa kembali memicu tekanan jual di bursa domestik. Jatuhnya bursa regional pagi ini juga akan kembali membebani pergerakan indeks hari ini.
Dalam perdagangan Selasa kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia terkoreksi sangat dalam, 105,835 poin (2,79 persen) menjadi 3.685,012. Jatuhnya saham di semua sektor seiring jatuhnya bursa Asia lainnya membuat indeks kembali berada di bawah 3.700.
Analis dari PT eTrading Securities, Wisnu Karto, menjelaskan, setelah indeks kemarin jatuh tajam dan candlestick membentuk pola bearish marubozu, mengindikasikan besarnya tekanan jual di bursa. "Sedangkan indikator stichastick terlihat bergerak turun dan mencoba meninggalkan area overbought (jenuh beli), sedangkan indeks kekuatan relatif (RSI) masih dalam tren turun," paparnya.
Wisnu memprediksikan indeks hari ini masih akan melanjutkan koreksi dan bergerak dalam kisaran antara 3.621 hingga 3.729. Saham yang bisa menjadi perhatian investor kali ini adalah Harum Energy (HRUM) serta Global Mediacom (BMTR).
Kecemasan investor terhadap niat Yunani yang akan melakukan referendum akan mengganggu rencana bailout yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap Negeri Para Dewa tersebut, membuat indeks Dow Jones jatuh 297 poin (2,48 persen) menjadi 11.658 pada perdagangan semalam.
Dari kawasan regional, bursa Tokyo pagi ini jatuh 1,9 persen, bursa Hong Kong turun 1,4 persen, bursa Shanghai melemah 0,99 persen, bursa Seoul terkoreksi 1,54 persen, serta bursa Singapura juga turun 0,87 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





