Sejumlah pialang mengamati monitor pergerakan saham di Jakarta, Senin (01/2). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah hingga 23,247 poin (0,89%) ke level 2.587,549. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Infografis
Mampu Berbalik Arah, Indeks Kembali ke 3.763
TEMPO.CO, Jakarta - Sempat terkoreksi dalam hingga ke level 3.824, indeks mampu berbalik arah naik dan ditutup di area positif. Kekhawatiran atas sikap Pemerintah Yunani yang akan melakukan referendum untuk menentukan bantuan dari Uni Eropa sempat membebani bursa Asia dan bursa lokal di sesi pagi.
Namun, menguatnya bursa Shanghai dan bursa India mampu memicu kenaikan indeks lokal dari level terendahnya hari ini. Pada perdagangan Rabu, 2 November 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup naik 78,022 poin (2,12 persen) ke level 3.763,034.
Analis dari MNC Securities, Reza Nugraha menjelaskan, adanya spekulasi ditundanya referendum Yunani memberikan sentimen positif di sebagian bursa regional, termasuk bursa Jakarta. Dengan ditundanya referendum Yunani, maka diperkirakan akan semakin cepat kucuran dana talangan dari Uni Eropa bagi negara tersebut. “Ini yang membuat sebagian bursa regional mampu berbalik arah naik,” tuturnya.
Dari faktor domestik, keluarnya laporan keuangan emiten triwulan ketiga 2011 serta dirilisnya data inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang belum direspon oleh pasar dan baru hari ini diapresiasi oleh investor.
Para investor melakukan antisipasi menjelang pertemuan Dewan Gubernur Bank Sentra AS (The Fed) dan pertemuan negara–negara kelompok G20 akan menghasilkan keputusan positif bagi pasar. “Walhasil, indeks kembali berada di atas level 3.700,” kata Reza.
Volume perdagangan hari mencapai 5,86 miliar saham dengan nilai Rp 4,91 triliun, serta frekuensi 141,4 ribu kali. Harga 179 saham naik, 51 saham turun, serta 63 saham lainnya stagnan. Namun, investor asing kembali mencatat penjulan bersih Rp 163,77 miliar.
VIVA B. KUSANANDAR





