foto

Ilustrasi korupsi

Pengusaha Indonesia Rajin Menyuap di Luar Negeri

TEMPO.CO, Jakarta - Kajian terbaru Transparansi Internasional menunjukkan Bribery Payers Index (BPI) Indonesia berada di nomor empat dari bawah. Artinya, pengusaha Indonesia berada di posisi empat yang rajin menyuap ketika berbisnis di luar negeri.

"Indeks ini hanya menggambarkan tren di kalangan pengusaha ketika berbisnis di luar negeri, jadi ini spesifik," ujar Manajer Tata Kelola Ekonomi Transparansi Internasional Indonesia, Franky Simanjuntak, kepada Tempo, Rabu, 2 November 2011.

Tercatat dari kajian TII, pengusaha Rusia paling rendah skornya, yaitu 6,1, diikuti pebisnis Cina dengan skor 6,5, kemudian usahawan Meksiko dengan skor 7,0 dan Indonesia dengan indeks 7,1. Semakin rendah indeks, menunjukkan semakin sering sogok digunakan untuk melancarkan usaha.

Franky menambahkan, gambaran tersebut menunjukkan situasi global para pengusaha. Indonesia, kata dia, bisa menggunakan kajian tersebut untuk mempertimbangan negara-negara yang skor BPI-nya rendah seperti Rusia dan Cina.

"Tahu sendiri, Cina itu sangat agresif dalam melebarkan sayapnya, ada risiko negara-negara tersebut melakukan suap di Indonesia," ujar Franky. Maka dengan mengetahui indeksnya, pemerintah bisa berhati-hati.

Franky mengingatkan, skor Indonesia yang masih rendah juga harus jadi peringatan. Karena pengusaha Indonesia kemungkinan juga tidak dipercaya oleh negara lain. "Saya kira produk-produk TII dilihat oleh masyarakat internasional," ujarnya.

DIANING SARI