foto

Ahmad Heryawan. TEMPO/ Amston Probel

Kurang Populer, Gubernur Jawa Barat Curhat  

TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi pemimpin ternyata tak selamanya populer. Inilah yang sedang dialami Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Entah merasa tidak terkenal atau kurang dikenal warganya, di depan ribuan guru dan komunitas pendidikan, Gubernur Ahmad minta tolong agar namanya diperkenalkan pada siswa sekolah.

”Wajar dong masyarakatnya tahu,” katanya saat memberikan sambutan di sela pencanangan pemberian dana hibah untuk membangun ruang kelas baru, penyaluran Dana BOS Provinsi serta pemberian bantuan beasiswa bagi siswa miskin di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Rabu, 2 November 2011.

Heryawan beralasan, masih banyak siswa sekolah, terutama di wilayah perbatasan, yang tidak tahu nama Gubernur Jawa Barat. Dia bercerita, saat mengunjungi satu SD di Jatiwaringin, Bekasi, siswa yang ditanya nama Gubernur Jawa Barat justru menjawab dengan nama Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo. ”Tidak ada salahnya nama Gubernur Jawa Barat dikenal juga,” katanya.

Dalam acara itu, Heryawan memberikan bantuan hibah untuk membangun 5 ribu ruang kelas baru di Jawa Barat untuk sekolah swasta jenjang SLTP dan SLTA yang totalnya Rp 441,66 miliar.

Hari ini, Pemerintah Jawa Barat juga mencanangkan pemberian BOS Provinsi Rp 405,6 miliar, serta penyerahan Rp 10 miliar untuk beasiswa 12.500 pelajar miskin yang masing-masing mendapat dana Rp 800 ribu.

Entah ada hubungannya dengan soal itu, selepas seremoni pemberian hibah itu, di pintu keluar gedung itu, semua undangan yang hadir dibagikan selembar poster berisi sosialisasi program. Sedikitnya ada 2 varian poster yang dibagikan. Poster pertama sosialisasi program bertema ”Ruang Kelas Baru Guna Meningkatkan Daya Tampung Sekolah di Jawa Barat”, dan poster lainnya mengenai ”Beasiswa Khusus Siswa Miskin SMA/SMK”.

Riko Bahari, guru agama dari MTs Al Khairiah, Cianjur, ikut mengambil poster itu. ”Saya ngambil 20 lembar, nanti akan saya sebarkan ke setiap penerima ruang kelas baru,” katanya.

AHMAD FIKRI