AP/Paul Sakuma
Topik
Kembangkan Broadband, Indonesia Butuh Cetak Biru
TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia ternyata belum mempunyai cetak biru. Padahal cetak biru amat dibutuhkan untuk menjelaskan apa tujuan yang ingin dicapai bangsa Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communications Technology/ICT)
“Sekarang yang diperlukan adalah pemerintah bersama kalangan industri menyusun blueprint, apa tujuan yang ingin dicapai,” kata Harry K. Nugraha, Director Strategic Business Development Intel Indonesia, di Jakarta, Kamis 3 November 2011.
Yang harus diperhatikan dalam pembangunan ICT adalah keberadaan broadband yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Menurut Harry, setiap peningkatan broadband sebesar 10 persen akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan produk domestik bruto 1,38 persen.
Sebenarnya selama ini setiap operator diwajibkan menyerahkan 1,25 persen dari pendapatan kepada pemerintah untuk pengembangan broadband. Namun karena pemerintah belum mempunyai blueprint, dana ini tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar mengatakan Indonesia belum mempunyai roadmap pembangunan teknologi informasi. “Roadmap ini akan mengintegrasikan semua industri mulai dari sisi perangkat lunak software, perangkat keras hardware, hingga internet,” kata Basuki saat pembukaan pameran komputer Indocomtech, Rabu 2 November 2011.
Sambil menunggu pengembangan broadband tersebut, Intel telah mempunyai program pelatihan terhadap tujuh ribu guru di Indonesia. “Kami ingin mengembangkan ICT literacy di dunia pendidikan,” kata Andrew Allison dari Intel World Ahead yang fokus pada pengembangan teknologi untuk pendidikan di seluruh dunia.
IQBAL MUHTAROM





