AP/Jin Lee
Topik
Infografis
Wall Street Pulih, Dow Jones Naik 178 Poin
TEMPO.CO, New York – Saham di bursa Wall Street berhasil menguat tajam setelah para pemimpin dunia tetap akan menyelamatkan Yunani untuk mencegah meluasnya krisis keuangan Eropa. Tumbuhnya pendapatan emiten serta naiknya data tenaga kerja sektor swasta juga turut membantu pasar menguat setelah dua hari jatuh tajam.
Dalam perdagangan semalam, indeks Dow Jones melonjak 178,08 poin (1,5 persen) menjadi 11.836,04. Indeks Dow Jones jatuh 573 poin dua hari sebelumnya karena bangkrutnya MF Global dan Perdana Menteri Yunani secara mengejutkan akan melakukan pemungutan suara kepada rakyatnya untuk melakukan langkah penghematan.
“Ini sangat gila, pasar turun tajam dalam dua hari, padahal data ekonomi yang keluar cukup bagus,” kata Barry Knapp, kepala strategi ekuitas dari Barclay’s Capital. “Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya psikologi investor karena masih menggantung masalah Yunani,” tuturnya.
Di musim panas ini, investor justru khawatir bahwa ekonomi AS akan masuk ke resesi jilid dua. Tapi tanda-tanda menunjukkan bahwa konsumen terus menghabiskan belanja dan manufaktur juga tetap tumbuh.
Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) Rabu kemarin mengatakan bahwa ekonomi masih bisa tumbuh dalam dua tahun ke depan. Tetapi Ben Bernanke juga memperingatkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi kemungkinan juga akan sangat lambat. The Fed juga mengatakan tidak akan mengambil langkah-langkah lagi untuk mendorong pasar saat ini, tetapi tetap terbuka dengan adanya kemungkinan langkah baru nantinya.
Rasa takut akan meluasnya krisis finansial agak mengendur, membuat euro berhasil menguat terhadap dolar dan obligasi AS juga tergelincir. Pemberontakan dalam pemerintahan George Papandereou bisa menjegal keberhasilan referendum. Itu akan membantu investor untuk tetap terjaganya rencana kucuran dana talangan. Papandreou akan menghadapi mosi tidak percaya pada hari Jumat.
Jika rakyat menolak rencana penghematan, itu bisa mengakibatkan berantakan dan Yunani akan mengalami default (gagal bayar utang) sehingga akan mengirim gelombang kejut ke sistem keuangan Eropa dan kemungkinan besar akan mengakibatkan kerugian besar bagi perbankan yang memegang obligasi Yunani. Padahal pekan lalu para pemimpin Eropa sepakat akan melakukan rencana untuk menopang bank-bank dan negara yang dililit masalah utang seperti Yunani dan Italia.
Peningkatan tenaga kerja di sektor swasta mampu menopang penguatan bursa New York setelah data penggajian perusahaan meningkat 110 ribu di bulan Oktober kemarin, melebihi perkiraan para analis.
Bank of Amerika sahamnya naik 5 persen, terbesar dari 30 saham komponen Dow Jones. Saham Mastercard juga naik 7 persen setelah melaporkan labanya melonjak 38 persen dalam triwulan kemarin, melebihi perkiraan para analis sebelumnya.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 19,62 poin (1,6 persen) menjadi 1.237,9 dan indeks juga 33,02 poin (1,3 persen) ke level 2.639,98. Imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun juga meningkat menjadi 1,99 persen dari sebelumnya 1,96 persen.
AP | VIVA B. KUSNANDAR





