Dahlan Iskan. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Dahlan Iskan Sebut Pabrik Kertas Leces Sulit
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan segera menengok PT Kertas Leces (Persero) dalam waktu dekat ini. Ia ingin melihat kondisi sebenarnya pabrik yang berada di Probolinggo, Jawa Timur, guna mencari solusi perusahaan pelat merah itu.
“Ini pabrik kertas yang sulit,” kata Dahlan usai peluncuran bukunya yang berjudul Dua Tangis dan Ribuan Tawa di Jakarta, Rabu, 2 November 2011.
Selain melihat kondisi pabrik kertas tertua kedua di Indonesia setelah pabrik kertas Padalarang itu, Dahlan akan mencarikan solusi untuk kebaikan perusahaan tersebut. “Sampai saat ini, saya belum tahu kondisinya, baru akan ke sana. Nanti kami akan mencoba mendiagnosis (perusahaan) itu,” katanya.
Akhir Oktober lalu, Komisi VI DPR RI memutuskan memberikan alokasi anggaran sebesar Rp 200 miliar ke PT Kertas Leces. Anggaran itu baru dapat dicairkan dengan syarat Leces harus melaporkan perkembangan manajemennya. Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Menteri Dahlan itu, Komisi BUMN menginginkan Leces masuk komite dan mendapatkan alokasi dana.
Tahun depan, pemerintah menganggarkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun. Dana itu di antaranya akan diberikan ke PT Dirgantara Indonesia sebesar Rp 1 triliun. Sisanya sebesar Rp 2 triliun akan diberikan kepada PT PAL Rp 600 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Rp 200 miliar, PT Pindad Rp 300 miliar, PT Industri Kapal Indonesia Rp 200 miliar, PT Kertas Leces Rp 200 miliar, PT Garam Rp 100 miliar, dan tambahan untuk PT Dirgantara Indonesia Rp 400 miliar.
SUTJI DECILYA





