Sejumlah jemaah haji asal Indonesia bersiap-siap melakukan tarwiyah, yaitu berjalan kaki ke Mina dan ke Arafah pada esok harinya. TEMPO/Mahanizar Djohan
Topik
Foto Terkait
Menjelang Wukuf, Seluruh Persiapan Haji Beres
TEMPO.CO, Jeddah - “Labbaik Allahumma Labbaik” (Ya Allah, kami hadir untuk memenuhi panggilan-Mu). Detik-detik puncak haji kian mendekat. Sebanyak 2,5 juta jemaah haji segera menuju Mina, Kamis, 3 November 2011 petang waktu setempat.
Untuk menyambut tetamu Allah itu, Kerajaan Arab Saudi telah menyelesaikan seluruh persiapan, mulai dari kebutuhan penginapan jemaah, tenda, air, penyejuk udara, infrastruktur, sarana kesehatan, serta keamanan, agar mereka bisa beribadah dengan nyaman.
Seluruh persiapan tersebut diinspeksi langsung oleh Putra Mahkota Naif yang juga menjabat sebagai Wakil Utama dan Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Putra Mahkota memberikan arahan kepada para petugas, Selasa, 1 November 2011.
Lebih dari 1,8 juta umat muslim dari seluruh dunia sampai sejauh ini sudah tiba untuk menunaikan rukun Islam kelima. Mereka akan bergabung bersama 500 ribu jemaah haji dari Kerajaan dan negara-negara asing lainnya. Ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi umat Islam sekali seumur hidup. Untuk menjalankannya tak hanya dibutuhkan uang yang cukup, melainkan juga fisik harus prima.
Dengung suara jemaah, “Labbaik Allahumma Labbaik”, bergemuruh di hampir seantero Kota Mekah, Madinah, dan Jeddah. Tampak pemandangan kain putih yang dikenakan oleh jutaan jemaah memenuhi jalanan dan tempat-tempat ibadah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah. Kini, mereka bersiap menuju satu titik, yakni Mina. Selanjutnya, mereka akan wukuf di Arafah, Sabtu, 5 November 2011.
"Saya mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu beberapa tahun. Saya memimpikan berkali-kali agar bisa pergi haji dan menyentuh Kakbah," kata Jan Khan Qayoom, jemaah haji asal Pakistan.
Jamariyah Rahman, jemaah Indonesia, mengatakan dia sangat bahagia ketika untuk pertama kalinya melihat Kakbah. "Saya tak kuasa menahan air mata," ujarnya seraya mengucapkan syukur alhamdulillah atas kesempatan ini karena menurutnya Allah benar-benar mewujudkan impiannya untuk bisa salat di depan Masjidil Haram. Dia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah atas layanannya kepada umat Islam. "Kami semua mencintainya dan berdoa agar beliau diberikan umur panjang."
ARAB NEWS | CA





