ANTARA/Maha Eka Swasta
Topik
Foto Terkait
Hati-hati, Belanja Emas Palsu di Musim Haji
TEMPO.CO, Jedah - Kerajaan Arab Saudi mewanti-wanti para jemaah haji agar tidak berbelanja emas palsu yang banyak beredar usai mereka menjalankan ibadah haji.
Setelah melaksanakan seluruh rangkaian rukun haji, termasuk wukuf di Arafah, para jemaah biasanya berbelanja di berbagai toko dan pasar. Di kawasan ini tersedia bermacam-macam model perhiasan, mulai yang terbuat dari emas berkualitas tinggi, metal, hingga yang palsu.
"Namun kenyataannya, di antara barang-barang bagus tersebut, banyak pula terdapat barang palsu, termasuk emas palsu," ujar Menteri Perdagangan Kerajaan Arab Saudi.
Para pedagang menggunakan beberapa trik agar tak ketahuan, di antaranya menggunakan alat canggih sehingga barang palsu itu sulit diketahui oleh pembeli.
Arab News sempat menjumpai sejumlah pedagang emas. Mereka membenarkan hampir semua jemaah haji tidak jeli memperhatikan kualitas perhiasan yang dibeli, termasuk adanya emas palsu.
"Kami banyak menerima pembeli yang tak bisa membedakan antara emas asli dengan yang palsu. Sebagai contoh, mereka tidak memedulikan pentingnya merk pada perhiasan yang dibeli, termasuk tak paham mana emas 18 karat atau 21 karat," kata salah seorang pelayan toko emas yang bekerja di perusahaan perhiasan terkenal di Kerajaan yang tak bersedia disebutkan namanya.
Dia menambahkan, "Banyak toko yang menjual perhiasan campuran sirkon dengan emas. Anehnya, hampir semua pembeli menyerbu perhiasan tersebut. Perhiasan bercampur sirkon harganya SR 450 (Rp 1 juta). Jika barang tersebut dijual usai musim haji, tidak akan laku semahal itu."
ARAB NEWS | CA





