foto

Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. ANTARA/Prasetyo Utomo

Visa Tak Keluar, 370 Jemaah Haji Batal Berangkat

TEMPO.CO, Maros - Ratusan calon jemaah haji nonkuota yang mendaftar lewat travel haji PT Gemah Wahyu Pratama, yang beralamat di Jalan Pasar Minggu, Kalibata, Jakarta Selatan, batal berangkat. Meski para jemaah telah mengantongi paspor, Kedutaan Indonesia Arab Saudi hingga saat ini belum mengeluarkan visanya.

Salah satu calon jemaah haji yang mendaftar lewat PT Gemah Wahyu Pratama adalah Bohari, warga Camba Jawa, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Sulawesi Selatan. Bohari mengaku telah beberapa kali menyetor duit pelunasan ke pihak travel tapi akhirnya batal diberangkatkan.

"Saya sudah menyetor uang melalui pihak perusahaan. Setoran pertama Rp 1,25 juta, kemudian Rp 1,1 juta, berikutnya Rp 11 juta, dan terakhir Rp 9 juta," kata Bohari saat ditemui di Maros, Kamis, 3 November 2011.

Dia menambahkan setoran tersebut di luar setoran awal melalui Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan sebesar Rp 25,5 juta untuk mendapatkan nomor porsi. "Tapi khusus dana ini tetap ada di rekening kami", ujarnya.

Bohari mengaku kecewa batal menunaikan ibadah haji. Terlebih dia sudah mendapat baju seragam haji dan paspor. "Yang paling menyedihkan karena kami sudah melaksanakan manasik haji, semua keluarga di kampung sudah tahu kalo tahun ini kami berangkat haji. Ternyata batal. Apa boleh buat mungkin ini belum rezeki," katanya

Nasib serupa dialami Sakaria, warga Dusun Camba Jawa. Sukaria sudah menyetor uang sekitar Rp 50 Juta, termasuk lewat Bank Rp 25 juta. Sementara uang pelunasan beserta tambahannya sekitar Rp 25 juta sudah disetor langsung kepada pihak PT Gema Wahyu Pratama.

"Semua persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan telah kami penuhi. Jika memang tahun depan kami belum bisa diberangkatkan, kami harap kepada pihak perusahaan agar mengembalikan semua biaya yang telah kami setor itu," kata dia.

Pihak PT Gema Wahyu Pratama, Hj. Rosma, saat dihubungi mengaku ada sekitar 370 jemaah dari berbagai daerah di Indonesia yang batal berangkat tahun ini. Calon jemaah haji batal berangkat dari Kabupaten Maros 35 orang dan Kabupaten Bone 34 orang. Sementara ratusan jemaah lainnya berasal dari Palembang, Jambi, Lampung, DKI, dan Bekasi.

Rosma mengakui selama empat tahun ini baru pertama kali perusahaannya gagal mengirim jemaah. Padahal, menurut Rosma, semua kewajiban jemaah telah dipenuhi, termasuk biaya hotel di Mekah dan uang makan. "Bos kami masih mencari tahu apa penyebabnya sampai visa tidak dikeluarkan di kedutaan hingga batalnya pemberangkatan haji lewat perusahaan kami," katanya.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah tahun depan masih bisa diberangkatkan atau tidak. Uang jemaah yang telah disetor ke perusahaan akan dikembalikan berdasarkan bukti kuitansi penyetoran. "Kecuali biaya paspor senilai Rp 800 ribu, itu tidak dikembalikan karena paspornya masih berlaku hingga lima tahun. Hari ini uang jemaah yang meminta pengembalian mulai kami bagikan," kata Rosma

JUMADI