Topik
Jero Wacik Berkeras New 7 Wonders Tak Kredibel
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tetap berkukuh jika yayasan New7Wonders (tujuh keajaiban dunia) tidak kredibel. "Ada yang mengatakan itu kredibel, silakan. Ke depan, itu akan terlihat mana yang benar," kata Jero Wacik di kantornya, Kamis, 3 November 2011.
Mantan Menteri Pariwisata ini mengatakan, dulu Kementerian Pariwisata pernah mengecek kebenaran yayasan itu di Swiss. Dari hasil pengecekan itu, Kementerian Pariwisata meragukan keberadaan yayasan penyelenggara keajaiban dunia ini.
"Membudpar dulu mundur," katanya. Alasan lain sehingga memilih mundur kala itu, kata dia, adalah pihak yayasan meminta uang sebesar US$ 45 juta (Rp 405 miliar). "Saya enggak mau."
Kepada yayasan New7Wonders ini, pemerintah telah mendaftarkan Komodo di Nusa Tenggara. Komodo kemudian dinyatakan diterima dan berhasil maju menjadi 28 negara finalis dari 220 negara lainnya. Lalu dimulai dukungan dalam bentuk pesan pendek atau SMS yang kini marak beredar di pelanggan seluler.
Adapun Duta Pulau Komodo Muhammad Jusuf Kalla tetap mempercayai organisasi penyelenggara tujuh keajaiban dunia ini. Bahkan mantan Wakil Presiden ini meminta semua pihak yang meragukan Yayasan New7Wonders agar memeriksa situs web New7Wonders.
Jero yang dikonfirmasi ihwal pernyataan Kalla tak menyalahkan Ketua PMI itu. "Saya menghormati Jusuf Kalla. Mengenai yayasan New7Wonders, analisis saya dulu, bisa saja saya yang salah," ujarnya.
RUSMAN PARAQBUEQ





