Ahmad Adaby Darban. sejarah.fib.ugm.ac.id
Topik
Infografis
Ahli Sejarah Islam UGM Tutup Usia Saat Salat Ied
TEMPO.CO, Yogyakarta - Pakar Ilmu Sejarah Islam dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Adaby Darban, 59 tahun, meninggal dunia saat hendak mengikuti salat Idul Adha di Alun-alun utara Yogyakarta.
“Meninggal sebelum salat karena sakit jantung yang memang sudah diderita beliau belakangan ini,” kata staf Hubungan Masyarakat UGM, Gusti Grehenson, Minggu, 6 November 2011.
Menurut Gusti, almarhum yang selama ini tercatat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Sejarah UGM yang juga ahli sejarah Islam dan politik itu meninggal saat akan berangkat salat Ied bersama keluarganya dari kediamannya di Kampung Kauman, Yogyakarta, yang berjarak sekitar 100 meter dari Alun-alun, di mana Ketua KPK Busyro Muqoddas juga mengikuti salat Ied di lokasi tersebut.
Namun almarhum yang selama ini jika berjalan lebih banyak menggunakan bantuan tongkat itu tiba-tiba terjatuh sambil memegangi dada kirinya. Keluarga langsung melarikan Adaby ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang jaraknya cukup dekat dengan kediaman. Sayang, sampai di rumah sakit, Adaby sudah mengembuskan napas terakhirnya.
Pemakaman korban di Pemakaman Umum Pakuncen Wirobrajan, Kota Yogyakarta, pun diikuti ribuan warga dan pengurus Muhammadiyah Yogyakarta dan civitas UGM. Almarhum meninggalkan seorang istri, Hj Indah Kusniati, dan lima anak. Turut melepas kepergian almarhum, guru besar sejarah UGM, Prof Dr Djoko Suryo.
Budi Setiawan selaku wakil keluarga menuturkan, selama ini, meski sakit, almarhum masih rajin mengikuti kegiatan, baik di lingkungan Kauman maupun di luar. “Beliau juga masih aktif sebagai pengurus Takmir Masjid Besar Kauman,” kata dia. Sementara Djoko Suryo menuturkan almarhum telah berpulang dengan khusnul kotimah karena bertepatan saat akan mengikuti salat Idul Adha.
PRIBADI WICAKSONO





