Ribuan umat muslim berdoa di Jabal Rahmah, saat wukuf di padang Arafah, Arab Saudi, (5/11). Jutaan umat muslim dari berbagai negara mengikuti prosesi puncak haji 1432 H. REUTERS/Ammar Awad
Topik
Arafah, Puncak Pertobatan Umat Muslim Sedunia
TEMPO.CO, Arafah - Arafah, tempat berkumpulnya jemaah calon haji sedunia, bukan hanya sebagai lokasi puncak haji, tapi juga merupakan tempat persatuan umat muslim dengan menanggalkan status keduniaan, menurut Naib Amirul Haj K.H. Hasyim Muzadi.
"Arafah sebagai puncak pertaubatan kita. Jangan lupa kita harus minta ampun. Selebar-lebar dosa dan maksiat kita, masih lebih besar lagi kerahmatan Allah SWT," kata Hasyim saat menyampaikan khotbah wukuf di Arafah, terkait puncak haji 1432 H di Padang Arafah, Sabtu, 5 November 2011.
Hadir dalam khotbah yang diadakan di dalam tenda tersebut adalah Menteri Agama sekaligus Amirul Haj Suryadharma Ali, Ketua Komisi VII DPR Abdul Kadir Kading, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, serta seribuan jemaah calon haji Indonesia.
Hasyim menuturkan zikir di Arafah merupakan penyatuan hati dan untuk melakukan tobat atas kesalahan dan dosa yang selama ini diperbuat. "Tobat pun tidak mudah, karena harus ada pengakuan. Tanpa penyesalan, maka pertobatan tidak akan terwujud," kata Hasyim yang juga mantan Ketua Umum PBNU.
Setelah pertobatan, zikir, dan ampunan, kata Hasyim, Allah akan memberikan "kacamata" kepada hamba-Nya untuk bisa melihat yang benar akan terlihat benar dan yang salah akan terlihat salah. "Mereka adalah orang-orang yang saleh dari kemabruran," kata Hasyim.
Kesalehan individu itu, kata Hasyim, harus menular menjadi kesalehan sosial dan harus melihat sekitarnya dan jika ingin memakmurkan Indonesia, maka hal yang harus dilakukan adalah kesalehan sosial.
Dalam sambutan wukuf di Arafah, Suryadharma Ali mengajak segenap jemaah haji Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak ibadah dan berdoa kepada Allah SWT untuk meraih haji yang mabrur.
"Kesempatan serupa ini belum tentu dapat terulang kembali di masa-masa mendatang karena ibadah haji itu sendiri merupakan panggilan dan anugerah Allah kepada hamba-hambanya yang terpilih untuk berziarah dan berkunjung ke Rumah-Nya, Baitullah, serta melaksanakan rangkaian ibadah haji lainnya," kata Menteri Agama.
Dia mengatakan ibadah haji menuntut adanya kesanggupan, baik material maupun spiritual, serta kesanggupan jasmaniah yang kuat agar dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah tersebut dengan baik sesuai dengan apa yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Ia pun berpesan kepada segenap jemaah haji, di samping memperbanyak ibadah dan doa, juga hendaknya menjaga kondisi dan kesehatan agar ibadah ini dapat kita laksanakan sebagaimana mestinya.
Suryadharma mengatakan wukuf di Arafah merupakan rangkaian terpenting dari ibadah haji. Rasulullah bersabda, Al Hajju Arafah, artinya bahwa haji itu adalah wukuf di Arafah.
"Oleh karena itu, saya mengajak segenap jemaah haji Indonesia agar dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak ibadah dan berdoa kepada Allah," katanya.
Sebanyak 220 ribu jemaah calon haji Indonesia berkumpul di Padang Arafah untuk menjalankan wukuf dan selanjutnya usai magrib akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah serta ke Mina.
Dari jumlah itu, terdapat seratusan jemaah yang sakit sehingga tidak bisa wukuf di Arafah sehingga harus disafari wukufkan atai dibadalkan.
WDA | ANT





