Kilang gas PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari
Norwegia Lirik Proyek Terminal Gas Alam di Jawa
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asal Norwegia, Höegh LNG, menyatakan minatnya untuk ikut tender sebagai kontraktor dalam membangun terminal penampungan gas alam cair yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Niatan tersebut mereka sampaikan ketika bertandang ke kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo, menyatakan pada dasarnya pemerintah menyambut baik niatan investor Norwegia tersebut."Tetapi saat ini kan proses lelang belum dimulai, jadi ditunggu saja," kata dia, ketika dijumpai di kantornya, Senin 7 November 2011.
Terminal regasifikasi terapung Jawa Tengah ini berkapasitas hingga 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2013 mendatang, meskipun belum ada kepastian asal pasokan gasnya.
Sebelumnya, perusahaan tersebut telah menjadi kontraktor di proyek pembangunan terminal gas alam cair terapung (Floating Storage and Regasification Unit) Belawan, Sumatra Utara. FSRU Belawan sendiri memiliki kapasitas sebesar 140 juta kaki kubik per hari, dengan pasokan gas berasal dari Lapangan Tangguh, Papua.
Dalam proyek tersebut Höegh LNG bekerjasama dengan PT Rekayasa Industri (Persero) untuk mengkonstruksi FSRU Belawan."Gasnya nanti dialokasikan untuk domestik, terutama untuk Medan" ujar Widjajono. Nilai proyek engineering procurement construction (EPC) terminal LNG ini diperkirakan mencapai US$ 200 juta.
GUSTIDHA BUDIARTIE





