Gita Wirjawan. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Indonesia Perkuat Pasar Negara G-20
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan memperkuat hubungan perekonomian dan perdagangan di negara-negara anggota G-20, gabungan 20 negara dengan perekonomian terkuat di dunia saat ini. "Kita bisa berperan lebih baik lagi," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Senin, 7 November 2011.
Gita optimistis tahun ini nilai ekspor Indonesia bisa mencatat rekor mencapai US$ 200 miliar. Lebih dari separuhnya disumbangkan melalui perdagangan dengan anggota G-20.
Namun demikian, tahun depan, Indonesia akan menghadapi tantangan yang cukup besar lantaran adanya kekhawatiran imbas krisis ekonomi di Eropa dan Amerika. "Tantangannya ialah bagaimana kita mempertahankan laju ekpor tersebut," ujarnya.
Dalam pertemuan G-20 yang berlangsung di Prancis pekan lalu, Indonesia, menurut Gita, ambil bagian dalam pembicaraan yang didominasi oleh pembahasan mengenai krisis global. Terutama saat krisis tersebut dikhawatirkan membawa dampak luas.
Karena efek buruk krisis belum terlalu mengkhawatirkan, saat ini peran negara-negara berkembang menjadi sangat diperhitungkan sekaligus diharapkan bisa menjadi pilar penjaga perekonomian di G-20. "Negara berkembang termasuk Indonesia bisa memberi kontribusi," katanya.
Untuk itu, sejumlah langkah penguatan kinerja ekspor dan investasi mulai diambil pemerintah. Selain itu, ditempuh langkah antisipasi jika kinerja ekspor melamban, yakni dengan penguatan pasar domestik dan ASEAN.
G-20 beranggotakan sejumlah negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Britania Raya, Cina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa. Saat ini, negara-negara tersebut menguasai sekitar 85 persen total perekonomian dunia.
AGUNG SEDAYU





