Produksi baja jenis Hot Rolling Mill di Pabrik PT.Krakatau Steel (Persero) di Cilegon, Banten. TEMPO/Dwi Narwoko
Topik
Krisis Eropa dan AS Pengaruhi Permintaan Baja
TEMPO.CO, Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk meramalkan produksi baja hingga akhir tahun ini tak akan mencapai target. Direktur Pemasaran Krakatau Irfan Kamal Hakim mengatakan, hal itu terjadi karena permintaan baja semakin menurun.
"Jika permintaan turun, kami pun menurunkan kapasitas produksi," ujarnya usai rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Senin, 7 November 2011.
Pada awal tahun, Krakatau menargetkan produksi bakal tembus 2,5 juta ton. Namun dengan kondisi ini, Irfan menduga produksi hingga akhir tahun hanya mencapai 2 juta ton. "Bakal sama dengan tahun lalu," ujarnya.
Penurunan produksi, menurut Irfan, dipengaruhi terjadinya krisis global di Eropa dan Amerika Serikat. Akibatnya, permintaan terhadap baja menurun. Akibat turunnya permintaan itu, harga baja di akhir tahun juga diprediksi anjlok dari harga saat ini yang mencapai US$ 710 per ton cost and freight (CFR). "Harga saat ini sedang ada di lembah, rendah sekali," kata dia.
Harga baja diperkirakan akan naik pada periode Januari-April 2012. Irfan menaksir kenaikannya bisa mencapai US$ 50 hingga US$ 60 per ton. Stok baja seluruh dunia saat ini sudah mencapai 1,3 miliar ton.
SUTJI DECILYA





