foto

Penumpang dari Singapura menggunakan masker saat tiba di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Kamis (16/7). Bandara ini mengoperasikan thermoscanner (pemindai panas tubuh) dan body clean disinfection sejak virus H1N1 mewabah. Tempo/Arif Wibowo

Angkasa Pura I Rugi Rp 500 Juta  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura (AP) I rugi Rp 500 juta akibat penutupan Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, selama 10 jam sejak pukul 20.00 WIB, Ahad, 7 November 2011. Direktur Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan, perusahaannya bertanggung jawab penuh kepada penumpang dan maskapai penerbangan karena penutupan ini.

“Semua aktivitas bandara telah kembali seperti biasa,” katanya. Ia menjelaskan, penutupan bandara mengakibatkan tujuh penerbangan dengan 700 penumpang ditunda.

Bandara menanggung semua biaya travel dan akomodasi selama penundaan. Penutupan, menurut dia, disebabkan kerusakan jaringan listrik. Akibatnya, lampu landasan bandara tidak dapat berfungsi.

Humas Kementerian Perhubungan mengatakan, penutupan seharusnya tidak perlu. “Bandara Adisucipto memiliki frekuensi penerbangan cukup banyak, seharusnya perawatan alat-alat menjadi perhatian seksama,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan, menurut dia, secara periodik mengecek dan mengukur semua alat di bandara. Pengecekan tersebut tidak termasuk jaringan listrik. Itu sebabnya ia menganggap padamnya listrik karena jaringan rusak merupakan tanggung jawab manajemen bandara.

"Kami memberi surat teguran, menanyakan mengapa hal tersebut bisa terjadi,” katanya.

PHESI ESTER JULIKAWATI