foto

ANTARA/Arief Priyono

Tak Punya Duit, Persik Paksakan Latihan

TEMPO.CO, Kediri -  Wali Kota Kediri, Samsul Ashar, mengaku kesulitan membiayai kebutuhan Persik Kediri. Dana yang dijanjikan konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) hingga kini belum turun. Samsul mengatakan, sejak penandatanganan MoU dengan PT Minangkabau selaku konsorsium LPI yang mengambil alih Persik beberapa bulan lalu, hingga kini belum sepeserpun dana yang diterima.

"Saya kelabakan cari pinjaman," kata Samsul, Senin, 7 November 2011. Meski kelabakan, Samsul tetap memerintahkan timnya kembali memulai latihan sejak Selasa, 8 November 2011. Selama satu bulan terakhir, skuad berjuluk Macan Putih ini dipulangkan ke rumahnya untuk menghemat anggaran.

Untuk mempercepat pencairan duit, Samsul memerintahkan pengurus Persik menyelesaikan persyaratan yang diminta konsorsium. Di antaranya membuat laporan keuangan dan proyeksi budget yang dibutuhkan untuk melakoni kompetisi divisi utama.

Samsul juga meminta pengurus Persik tak terlalu bergantung kepada dirinya dalam membuat keputusan. Di antaranya dalam menentukan pelatih yang saat ini condong kepada Raja Isa. "Kesibukan saya sebagai wali kota cukup padat," katanya.

Bendahara Persik Wisnu Arya mengaku sudah merevisi budget untuk Persik dari Rp 15 miliar menjadi Rp 8,5 milyar. Penurunan budget ini seiring gagalnya klub itu masuk ke Liga Super Indonesia. "Anggaran memang dipangkas," katanya.

Sekretaris Persik Barnadi membenarkan pemainnya tengah istirahat di rumah. Mereka dipulangkan dari mess karena manajemen tak punya dana untuk biaya makan dan akomodasi.

HARI TRI WASONO