foto

REUTERS/Damir Sagolj

20 Persen Bangkok Terendam

TEMPO.CO, BANGKOK:-  Banjir di Bangkok dan Thailand masih terus berlangsung. Hingga berita ini diturunkan,  pemerintah Bangkok melaporkan sekitar 20 persen kawasan megapolitan tersebut terendam air.





Situasi semakin mencekam karena genangan air yang merendam rumah warga bercampur sampah, bangkai binatang yang hanyut, juga limbah industri berbahaya. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan wabah penyakit yang membahayakan nyawa warga.





Adapun jumlah warga yang tewas akibat banjir di seluruh negeri, menurut Departemen Mitigasi dan Bencana, mencapai 506 orang, sedangkan dua orang lainnya dikabarkan hilang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan korban tewas di ibu kota.





Sementara itu, pakar air dari King Mongkut Institute of Technology Lat Krabang, Asisten Profesor Khomsan Maleesee, meminta pemerintah dan warga merelakan Bangkok terendam banjir. “Kita tidak mampu menghalangi aliran air yang sangat masif dari utara,” katanya.





Upaya untuk menghalangi aliran air ke pusat kota Bangkok, menurut Khomsan, adalah tindakan yang mustahil. Saluran Saen Saeb di bagian barat Bangkok, menurut dia, tidak mampu menampung volume air dari utara yang mencapai miliaran kubik.





“Banjir di seluruh kawasan Bangkok adalah sebuah keniscayaan. Biarkan air mengalir dari utara melewati Bangkok, kemudian menuju ke laut. Yang penting kita harus siap menghadapi kondisi ini,” dia menegaskan.





Pernyataan Khomsan menanggapi janji Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, Sabtu lalu. Yingluck menyatakan pusat kota Bangkok sebagai pusat ekonomi dan politik tak akan tergenang. Untuk itu, pemerintah telah membangun barikade raksasa dari kantong pasir serta lebih banyak pompa air agar area tersebut tetap kering.

ASIA ONE | THE NATION | BANGKOK POST | SITA PLANASARI A