foto

Ribuan umat muslim berdoa di Jabal Rahmah, saat wukuf di padang Arafah, Arab Saudi, (5/11). Jutaan umat muslim dari berbagai negara mengikuti prosesi puncak haji 1432 H. REUTERS/Ammar Awad

Jemaah Haji Lumajang Meninggal Dunia di Mekah

TEMPO.CO, Lumajang - Jemaah haji asal Lumajang, Jawa Timur, Sunadi, meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit di Mekah. Kakek berusia 71 tahun asal Desa Ledok Tempuro Kecamatan Randuagung ini mengembuskan napas terakhrinya, Ahad, 6 November 2011, akibat serangan jantung.

M. Mudhofar, Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Senin pagi ini, 7 November 2011, mengatakan korban yang berangkat dari Kabupaten Lumajang pada 23 Oktober 2011 lalu ini sebelumnya memang beberapa kali terkena serangan jantung.

"Dia mendapat perawatan medis ketika berada di Tanah Suci beberapa kali," katanya kepada wartawan. Serangan jantung itu, kata dia, kembali dirasakan korban, pascaumrah wajib.

"Tiba-tiba dia terkena serangan jantung," kata Mudhofar. Tim medis dari kloter 64 kemudian berupaya merujuknya ke rumah sakit. Sayangnya korban terburu meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Jenazah almarhum selanjutnya dimakamkan di pekuburan umum di Mekah, seperti para jemaah lainnya. Mudhofar menambahkan, beberapa calon jemaah haji Lumajang lainnya saat ini juga harus mendapatkan perawatan medis karena sakit. "Satu yang kondisinya parah saat ini," kata dia.

Calon jemaah haji yang sakit parah itu saat ini tengah mendapat perawatan secara intensif. Mudhofar menambahkan  calon jemaah haji Kabupaten Lumajang yang berangkat haji tahun ini berjumlah 921 orang. "Satu meninggal dunia, saat ini tinggal 920 orang," kata dia.

Sementara itu informasi yang diperoleh Tempo menyebutkan ratusan calon haji Kabupaten Lumajang mengidap sejumlah penyakit hipertensi dan diabetes kronis. Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang bahkan memasukkan sebagian di antaranya dalam kategori pengawasan.

Calon haji dengan kategori ini harus selalu didampingi saat menunaikan ibadah hajinya. Wahyu Wulandari, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit, Bidang Penanganan Penyakit Menular dan Penyehatan Sanitasi Dasar Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, kepada Tempo mengatakan dari 921 calon haji Kabupaten Lumajang 20 persen di antaranya masuk dalam kategori pengawasan, 50 persen observasi, dan 30 persen mandiri.

Wulan menambahkan, yang masuk dalam pengawasan itu tidak semuanya menderita penyakit hipertensi atau diabetes. "Ada yang tidak sakit, tapi sudah tua. Faktor lansianya itu yang menuntut dilakukan pengawasan," kata dia lagi.

Wulan juga mengatakan bahwa lebih dari 70 persen calon haji Kabupaten Lumajang adalah lansia atau usianya di atas 45 tahun. "Di atas 45 tahun ini sudah risiko tinggi. Sebagian besar yang berangkat haji juga menderita diabetes dan hipertensi," kata dia lagi. Informasi yang dihimpun Tempo, pada musim haji tahun 2010 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia sebanyak tiga orang lantaran terkena serangan jantung.

DAVID PRIYASIDHARTA