TEMPO/Zulkarnain
Topik
Foto Terkait
Mendadak Diet, Tanda Pasangan Ingin Putus
TEMPO.CO, London - Jangan merasa terlalu senang jika pasangan Anda mulai berkurang berat badannya. Sebab, mungkin saja itu demi orang lain.
Orang yang tiba-tiba "berperang" melawan lemak di tubuhnya ketika hubungan mereka dengan pasangannya sedang stabil biasanya secara rahasia sedang bersiap untuk memutuskan hubungan. Demikian temuan sebuah studi terbaru.
Pasangan yang berbahagia, ungkap para sosiolog, tidak akan cemas dengan bertambahnya lingkar pinggang mereka sebab mereka tidak harus tampil menarik.
Professor Thomas Klein yang mempelajari hubungan antara kebahagiaan dan berat badan mengatakan bahwa sinyal peringatan itu termasuk di antaranya mendadak terobsesi ingin ke gimnasium atau terlibat dalam kegiatan olah raga maupun diet.
“Ketika seseorang sedang mencari partner (pacar) baru, mereka akan berusaha untuk tampil kurus dan semenarik mungkin,” ujar Profesor Klein seperti dikutip situs Daily Mail edisi 7 November 2011. Akibatnya, jika salah seorang dalam sebuah hubungan mulai terlihat langsing, hal itu bisa diartikan sebagai "persiapan untuk mencari pasangan baru".
Profesor Klein dari University of Heidelberg menambahkan, “Orang-orang dalam sebuah hubungan merasa kurang tekanan dan sering bertambah berat badannya karena mereka tidak memperhatikan berat badan mereka secara khusus.” Ditambahkannya, “Dalam sebuah hubungan yang bahagia, orang cenderung bertambah gemuk. Dengan rendahnya tingkat kompetisi, perbedaan berat badan tak menjadi masalah.”
Para peneliti melakukan riset terhadap lebih dari 2.000 orang berusia antara 16 hingga 55 tahun. Di antara temuan itu diketahui bahwa orang yang berpasangan umumnya lebih berat ketimbang mereka yang sendiri karena mereka berharap bisa menarik pasangan dalam persaingan mencari jodoh.
Sementara itu, hasil penelitian terpisah yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa pasangan yang menikah naik berat badannya akibat "sinkronisasi pernikahan", yaitu lingkungan berbagi di mana mereka sama-sama makan banyak dan kurang olah raga.
“Ketika tinta kontrak pernikahan mengering, mereka melepas kontrol mereka terhadap berat badan dan penampilan,“ ujar para peneliti.
DAILY MAIL | ARBA’IYAH SATRIANI





