Sony Ericsson Xperia pro (kiri) dan Sony Ericsson Live with Walkman. Foto: sonyericsson.com
Dua Ponsel Pamungkas dari Sony Ericsson
TEMPO.CO, Jakarta - Sony Ericsson menutup tahun ini dengan meluncurkan dua produk sekaligus, Sony Ericsson Xperia pro dan Sony Ericsson Live with Walkman. Keduanya menggunakan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread.
Xperia pro adalah ponsel cerdas yang menonjolkan desain keyboard slider ergonomis. Selain untuk fungsi pengetikan, keyboard ini berguna saat pengiriman pesan secara otomatis ketika pengguna menggeser keyboard.
“Xperia pro ini memperkenalkan fungsi ketik dan kirim yang sederhana tapi cepat,” kata Product Manager Marketing Manager Sony Ericsson Indonesia, Rachmat Akbar, di kantornya di Jakarta, Rabu, 9 November 2011.
Dengan fungsi yang sederhana itu, pengguna Xperia pro tidak perlu membuka segala macam aplikasi untuk setiap jenis pengiriman pesan. “Ini memberikan fungsi pengiriman pesan yang optimal,” kata Rachmat.
Seperti halnya seri Xperia yang lain, layar sentuh Xperia pro seluas 3,7 inci telah dilengkapi dengan teknologi mobile BRAVIA yang memberikan gambaran visual yang jernih.
Begitu pula dengan sensor mobile Exmor yang memungkinkan penangkapan gambar berkualitas tinggi, gambar yang terang dan video dengan definisi tinggi dalam pencahayaan yang kurang.
Semua gambar dan video dapat dinikmati dalam TV HD dengan menggunakan konektor High-Definition Multimedia Interface (HDMI), antarmuka peralatan audio/video digital tanpa kompresi.
Produk pamungkas Sony Ericsson lainnya di pengujung 2011 ini adalah Sony Ericsson Live with Walkman. Ponsel ini sesuai namanya memberikan perangkat hiburan yang andal dalam sebuah ponsel cerdas.
Melalui akses ke aplikasi pemutar musik pengguna ponsel walkman ini bisa melakukan like, berbagi, dan menemukan konten yang terientegrasi dengan Facebook.
Terdapat tombol infinite yang memungkinkan pengguna mengakses konten-konten baru menyangkut artis favorit seperti video musik, informasi artis dan pencarian tautan.
Selain itu juga tersedia TrackID yang bisa untuk mengidentifikasi lagu pad radio FM dan pemutar musik. “Lagunya bisa diunduh tapi enggak bisa di-share hanya bisa didengarkan di ponsel,” kata Rachmat.
Ponsel walkman ini juga menyediakan aplikasi media discovery yang menempatkan dunia musik dan video di ujung jari. Sebab, cukup dengan menyentuh jari di layar sentuh seluas 3,2 inci. Pengguna juga bisa memanfaatkan rekomendasi dari teman di Facebook.
Sony Ericsson Xperia pro, yang punya berat 140 gram, dijual dengan harga Rp 3.699.000. Sedangkan Sony Ericsson Live with Walkman, dengan berat 115 gram, dijual seharga Rp 2.099.000.
Dari sisi teknologi, seri Xperia dari Sony Ericsson ini tampaknya sedikit di belakang dibanding ponsel pintar lainnya yang sudah memasang teknologi near field communication (NFC).
“Mungkin ke depannya akan dipasang, tapi untuk sekarang environment-nya di Indonesia belum mendukung,” kata Rachmat.
IQBAL MUHTAROM





