foto

Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

PPP Tak Terpengaruh Hadirnya Partai Baru  

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy, menyatakan partainya tak khawatir dengan kemunculan Partai Nasionalis Demokrat. Golkar dan Partai Demokrat lah yang dinilai perlu khawatir dengan geliat NasDem ini.

"Yang bisa terancam itu Demokrat dan Golkar. Kalau dilihat dari karakter pemilihnya, itu Demokrat, Golkar, dan Hanura," kata dia, Rabu, 9 November 2011.

Hari ini, Partai NasDem menggelar rapat pimpinan nasional perdana di Hotel Mercure, Ancol. Dalam rapat itu, Ketua Umum NasDem, Patrice Rio Capella, mengatakan partainya siap pada pemilihan umum 2014. Ia mengklaim memiliki 4.607.954 kader di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, partai ini juga mengklaim telah memiliki kepengurusan 100 persen di setiap tingkat wilayah. Kepengurusan partai tersebar di 33 provinsi, 497 kabupaten/kota, 6.704 kecamatan, dan mendekati 72 ribu kepengurusan di tingkat kelurahan/desa.

Rapat pimpinan nasional Partai Nasdem dihadiri lebih dari dua ribu peserta, terdiri atas seluruh pengurus pusat dan pengurus wilayah serta kader-kader dari penjuru Tanah Air.

Selain Rio Capella, hadir pula dalam acara pembukaan Rapimnas, antara lain Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem Jafar Assegaf, Sekretaris Jenderal M. Rofiq, mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto, dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibyo yang didapuk sebagai Ketua Dewan Pakar NasDem.

Romy mengaku tak masalah dengan kemunculan NasDem yang diusung oleh sejumlah pengusaha berkantong tebal itu. Partai politik tidak hanya bergantung pada modal finansial, tetapi juga modal sosial dan jaringan.

"Kami meyakini meskipun modal finansial yang mungkin dengan bergabungnya dua taipan itu cukup besar, tapi ada dua modal lain yang di situ kami merasa lebih unggul, yaitu modal sosial dan jaringan," ujarnya.

Usia PPP yang sudah cukup lama dan juga modal pemilih kultural cukup membuat partai Islam ini siap bertarung pada 2014 nanti. Pada berbagai survei, pemilih PPP adalah pemilih ideologis yang memiliki loyalitas kuat. Karakter pemilih NasDem adalah massa mengambang yang loyalitas kepada partainya rendah.

"Nah, karakter pemilih PPP ini di dalam berbagai survei adalah pemilih ideologis. Jadi, sebenarnya tak jadi soal dengan hadirnya Harry Tanoe. Karena dengan bersatunya dua media ini, kan, karakter pemilih mobilitatif," ujarnya.

FEBRIYAN