TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Infografis
Bandara Halim Dibuka Saat Banjir
TEMPO.CO, Jakarta: - Bandar Udara Halim Perdanakusuma akan dibuka saat banjir. "Sudah dikomunikasikan ke Komandan Pangkalan dan beliau setuju, sewaktu-waktu keadaan darurat, pintu Halim bisa dibuka," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota DKI Jakarta. Selasa 8 November 2011. Sebelumnya, pihak Angkatan Udara menutup pangkalan dengan pintu sehingga warga tak bisa masuk.
Fauzi mengatakan pangkalan Halim akan menjadi tempat pengungsian warga Pinang Ranti, Jakarta Timur, apabila air di Kali Cipinang meluap. "Nantinya yang berwenang membuka pintu adalah Kepala Provos dan camat setempat (Camat Makasar)," kata Fauzi, yang telah melakukan sosialisasi kepada warga Pinang Ranti, pekan lalu.
Ia pun meminta kerja sama antara pemerintah kelima kota dan pemerintah pusat dalam mengatasi banjir. Siaga banjir harus dilakukan selama 24 jam ketika mulai muncul genangan di titik tertentu. Wali kota diminta mendatangi setiap rukun tetangga yang rawan tergenang.
"Seperti di Pondok Labu, sebelum banjir, dua atau tiga minggu sebelumnya saya sudah datang berbicara ke Ketua RT. Saya ingin wali kota melakukan hal yang sama," kata Fauzi.
Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, yang bertanggung jawab atas sungai-sungai di Jakarta, seperti Kali Krukut, seharusnya mendampingi warga saat terkena musibah.
Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyatakan telah siap mengantisipasi banjir. "Prosedur untuk antisipasi banjir itu sudah sampai ke tingkat masyarakat," katanya saat dihubungi kemarin. Pihaknya telah menyiapkan spanduk, posko, dan lokasi dapur umum. Ia pun berjanji akan turun langsung ke lokasi banjir, meskipun terjadi dinihari.
l ARYANI KRISTANTI | PINGIT ARIA





