foto

Tempo/Panca Syurkani

Proyek MRT Jakarta Butuh 40 Ribu Bus Pengumpan  

TEMPO.CO, Tokyo - Jika kelak proyek Mass Rapid Transit (MRT) sudah beroperasi penuh, dibutuhkan sedikitnya 40 ribu bus pengumpan agar pengoperasian moda transportasi massal itu optimum. "Dengan area Jakarta dan sekitarnya yang begitu luas, dibutuhkan jaringan bus-bus pengumpan untuk mengangkut jutaan warga dari rumahnya ke stasiun MRT terdekat," demikian dikatakan Prof. Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia di sela-sela kunjungan mengamati mode transportasi massal di Tokyo, Jepang, Rabu, 9 November 2011.

Menurut Danang yang juga guru besar UGM ini, saat ini di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, setiap hari kerja ada 40 juta orang yang melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Mereka dilayani berbagai moda angkutan, termasuk kereta komuter, bus Transjakarta, dan angkutan lain. Ada pun alat angkut non-Transjakarta yang melayani mereka sekitar 12 ribu kendaraan, termasuk bus Kopaja, Mikrolet, dan angkutan kecil.

Itulah sebabnya, menurut Danang, persiapan bagi pemerintah tidak hanya menyelesaikan proyek MRT, tapi juga sarana dan prasarana pendukungnya, termasuk bus-bus pengumpan tadi.

Proyek MRT adalah proyek pembangunan transportasi massal berbasis kereta. Total proyek akan menelan dana Rp. 30 triliun, sebagian besar berupa kredit lunak dari Pemerintah Jepang.

Proyek ini dibangun dalam tiga koridor. Pembangunan pertama adalah koridor Lebak Bulus-Blok-M-Kampung Bandan (Kota) sepanjang 18 kilometer. Untuk tahap awal, pembangunan koridor ini adalah jalur Lebak Bulus hingga Dukuh Atas sepanjang 14.5 kilometer. Di jalur ini, empat kilometer di antaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah, dan 10,5 km dibangun di atas jalan dengan 8 stasiun layang. Jalur ini ditargetkan siap beroperasi pada 2016.

"Pembangunan fisik akan dimulai April 2012," kata Direktur Utama (CEO) PT MRT Tribudi Rahardjo. Setelah tahap itu selesai, pembangunan diteruskan ke jalur Dukuh Atas-Kampung Bandan yang diperkirakan sudah siap pada 2018.

Koridor berikutnya adalah koridor Barat-Timur yang terdiri dari dua jalur, yaitu Balaraja ke Cikarang melalui Kebon Sirih dan dari Balaraja ke Bekasi melalui Blok M. Seluruh jalur itu diperkirakan sepanjang 110,8 kilimeter. Jalur Barat-Timur ini sekarang masih dalam fase studi kelayakan.

DARU PRIYAMBODO - TOKYO