Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11). TEMPO/Tony Hartawan
SBY: "Welcome Home, Sri Mulyani"
TEMPO.CO,:- Senyum Sri Mulyani Indrawati mengembang. Tangannya terulur menyalami lelaki dihadapannya. "Apa kabar, Bapak?" katanya dengan nada gemulai yang khas.
Lelaki yang dipanggil bapak adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selasa 8 November 2011 kemarin, keduanya bertemu kembali setelah Sri Mulyani hengkang dari jabatannya, Juni tahun lalu. Bekas Menteri Keuangan ini mengundurkan diri dan memilih posisi baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Sri tiba di Istana Negara pukul 9 pagi. Ia datang ditemani lima orang pejabat Bank Dunia. "Welcome home, selamat datang kembali," kata Presiden membalas sapaan mantan anak buahnya ini.
SBY lalu bercerita bahwa ia baru kembali dari pertemuan negara-negara G-20 di Cannes, Prancis. Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
Percakapan Sri Mulyani dan bekas bosnya itu dilakukan dalam dalam bahasa Inggris. "We will talk some matters, Bapak," kata Sri Mulyani.
Meski berbicara dalam bahasa Inggris, sri mulyani tetap menyapa presiden dengan sebutan "bapak." Mengenakan terusan batik berwarna coklat tua, perempuan yang termasuk tokoh wanita berpengaruh di Asia versi CNN ini tampak cerah, tenang dan sumringah. Pertemuan dengan SBY dilakukan tertutup.
Usai bertemu dengan Presiden, Sri menggelar sesi tanya jawab dengan wartawan. Meski terlihat tenang, suara Sri sedikit bergetar ketika ia memulai kalimatnya. Logat bicaranya pun berubah, dipengaruhi aksen Inggris.
Sri hanya menjawab pendek, ketika ditanya perasaannya menginjakan kaki kembali di Istana Negara. "Baik, bagus. Istananya masih bagus," kata Sri.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini juga sama sekali tak terpancing meski diberondong pertanyaan soal isu pencalonan dirinya sebagai Presiden pada 2014 mendatang. Ia hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pun.
Ia baru kembali bicara saat ditanya tentang prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Saya rasa itu salah satu tantangan," kata dia.
Sri Mulyani mengatakan kedatangannya ke Jakarta karena diundang Menteri Keuangan Agus Martowardoyo. Ia diminta menyampaikan pidato di depan investor perbankan dan menteri keuangan ASEAN. "Hari ini saya mendapatkan kehormatan untuk berbincang dengan bapak presiden disertai beberapa menteri. Ini dalam rangka kunjungan saya ke Indonesia," katanya.
Ia juga membahas kerjasama kemitraan dengan Indonesia. Bank Dunia menilai Indonesia adalah negara dengan tingkat pendapatan menengah dan memiliki kinerja ekonomi serta pengentasan kemiskinan yang sangat baik. "Salah satu yang bisa dicontoh, tentu saja tantangan pembangunan di Indonesia masih banyak. Namun ini tidak mengurangi prestasi yang dicapai dalam menciptakan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan," katanya kemarin.
KARTIKA CANDRA





