ANTARA/Arief Priyono
Topik
Konsumsi BBM Melebihi Kuota
TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi hingga Oktober lalu melebihi kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Tubagus Haryono mengatakan pembengkakan konsumsi BBM bersubsidi antara lain disebabkan oleh naiknya jumlah kendaraan bermotor.
Sepanjang Januari hingga Oktober lalu realisasi konsumsi BBM bersubsidi mencapai 34,42 juta kiloliter atau 85,02 persen dari jumlah yang dianggarkan tahun ini, 40,5 juta kiloliter. Berdasarkan APBN Perubahan 2011, konsumsi Premium melebihi kuota 3,87 persen atau sebesar 21 juta kiloliter. Konsumsi solar juga membengkak 2,44 persen, yaitu 11,9 juta kiloliter.
Juru bicara PT Pertamina (Persero), Mochamad Harun, khawatir kuota bahan bakar minyak bersubsidi hingga akhir tahun tidak mencukupi. Menjelang hari raya Natal dan tahun baru kebutuhan BBM diperkirakan membengkak 5 hingga 7 persen dibanding hari biasa, sementara stoknya kian tipis. Dalam sehari konsumsi Premium mencapai 65 ribu kiloliter, sementara solar 31 ribu kiloliter. "Kami berusaha agar konsumsi tidak melewati kuota," kata dia kemarin.
Bila kebutuhan membengkak, ia memastikan Pertamina tak akan memasok dan menyalurkan bahan bakar minyak bersubsidi lagi hingga akhir tahun. Membengkaknya kebutuhan itu, kata Harun, "Berpotensi merugikan Pertamina."
Agar tak melampaui kuota, Pertamina mendesak pemerintah menyelesaikan aturan penggunaan BBM bersubsidi. "Agar bisa diterapkan efektif pada tahun depan," kata Harun.
Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Harry Azhar Azis, mengatakan kuota BBM bersubsidi tak mungkin ditambah lagi meski konsumsi tahun ini membengkak. Satu-satunya cara adalah mengurangi jatah pada APBN tahun depan. Dalam APBN-P 2012, kuota BBM bersubsidi sebesar 40,4 juta kiloliter.
Sementara itu Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah mewaspadai kenaikan konsumsi bahan bakar minyak di sektor listrik, yang akan mengerek subsidi listrik. "Penggunaan BBM di sektor listrik masih tinggi, subsidi bakal membengkak," katanya kemarin.
GUSTIDHA BUDIARTIE | ALWAN RIDHA RAMDANI | ABDUL RAHMAN | DEWI RINA





