Dahlan Iskan. TEMPO/Muhtar
Topik
PT Iglas Rugi Karena Kesulitan Menjalankan Mesin
TEMPO.CO, Jakarta - Kendala yang terjadi dalam pengoperasian mesin produksi menyebabkan separuh produk yang dihasilkan PT Iglas (Persero) tidak layak jual. Iglas adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol.
"Sekitar 50 persen dari produk yang dihasilkan perusahaan rusak. Padahal bahan baku dan energi telanjur dipakai. Ini lebih karena faktor teknis mesin dan operator," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, Rabu 9 November 2011, di Kementerian BUMN.
Karena itu Dahlan mendorong manajemen perusahaan segera mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. "Saya yakin manajemen sanggup. Kemarin manajemen juga sudah mengundang ahli untuk mengetahui bagaimana cara mengoperasikan mesinnya. Mereka sebenarnya punya mesin baru, tapi tidak lancar jalannya," kata Dahlan.
Perbaikan operasional produksi tersebut juga untuk mendorong perbaikan kinerja perusahaan ke depannya. Dahlan sendiri meminta kepada manajemen perusahaan untuk tidak mengandalkan suntikan modal, baik dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) ataupun pinjaman dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
"Saya larang PPA kasih uang ke mereka. Dengan kerja keras pasti bisa sukses. Jangan sampai perusahaan tergantung pada uang yang belum jelas atau belum pasti," ujar Dahlan.
EVANA DEWI





