foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pemerintah Incar Komitmen Investasi di KTT ASEAN  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengincar komitmen investasi hingga puluhan miliar dolar AS atas pertemuan konferensi bisnis dan investasi se-ASEAN. Pertemuan yang diselenggarakan di Bali pada 16-18 November 2011 ini juga diharapkan bisa menjadi wadah untuk menjaga laju ekspor Indonesia dan diversifikasi pasar.

Komitmen investasi dari negara anggota ASEAN sudah terlihat, misalnya dari perusahaan Korea Selatan yang telah membenamkan modalnya di Indonesia. Beberapa perusahaan itu adalah pabrik baja Posco, perusahaan retail Grup Lotte dan perusahan produksi ban Hankook.

Selain Singapura sebagai investor terbesar, Malaysia, Thailand, dan Filipina juga disebut akan menambah investasinya di Indonesia. "Ini bisa puluhan miliar dolar AS,” ujar Gita, Rabu, 9 November 2011.

Selain Korea Selatan, masih ada 9 negara ASEAN lainnya yang bisa diupayakan komitmen investasinya. Singapura sebagai investor terbesar, Malaysia, Thailand, dan Filipina juga disebut akan menanamkan investasinya di Indonesia.

Pemerintah juga mengincar komitmen investasi dari negara lain di luar ASEAN, misalnya India, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Rusia. India disebut sangat berminat berinvestasi di Indonesia. Kemudian investasi dari Amerika Serikat terus naik, yakni dari urutan ketiga pada kuartal III-tahun 2010 menjadi nomor dua di kuartal III-2011.

Peningkatan investasi dari Amerika semakin diperkuat dengan kedatangan CEO-CEO besar asal Amerika serikat, seperti Microsoft, Caterpillar, dan Coca Cola. Kemudian Australia yang investasinya dipelopori oleh CEO Coca Cola Asia Pasifik Terry Davis. "Mereka juga sudah memastikan, bahwa mereka ingin melakukan investasi sebesar US$ 1,5-2 miliar," katanya.

Adapun investasi dari perusahaan Jepang diharapkan akan dimotori oleh perusahaan-perusahaan otomotif, seperti Toyota, Daihatsu, dan Honda. Investasi tiga perusahaan otomotif ini diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar.

Gelombang investasi selanjutnya dari Rusia. "Mereka minat sekali investasi di transportasi, komoditas, nikel, dan juga smelter," katanya.

Selain itu, kalangan perbankan asing disebut Gita juga akan hadir. Perbankan yang disebut antusias antara lain ANZ dan Commonwealth.

Gita juga optimistis pertemuan para pebisnis dan investasi bergengsi tersebut akan dihadiri seribu orang. "Mudah-mudahan ini menjadi ukuran antusiasme terhadap iklim investasi di Indonesia. Dan juga bisa menjadi wadah yang baik untuk menjaga laju ekspor dan menjaga diversifikasi ke pasar-pasar non tradisional.”

FEBRIANA FIRDAUS