foto

Anna Grodzka (tengah). AP/Czarek Sokolowski

Anggota Parlemen Ini Ganti Kelamin  

TEMPO.CO, Jakarta - Pambacaan sumpah parlemen Polandia itu begitu istimewa bagi Anna Grodzka. Perempuan pirang berkacamata dengan blus merah marun itu masuk ke ruang rapat dengan sambutan hangat.

Anggota parlemen lain berjabat tangan dan memeluk Anna. Usai lagu kebangsaan, Mazurek Dabrowskiego, Perdana Menteri Donald Tusk memperkenalkannya dan menjabat tangan Anna.

Anna menorehkan sejarah Polandia. Ia adalah perempuan transeksual pertama yang menjadi anggota parlemen di negeri mayoritas Katolik setelah runtuhnya komunis ini. Ia disumpah bersama anggota parlemen lain pada Selasa 8 November 2011. Di dunia, perempuan transeksual yang lolos menjadi anggota parlemen antara lain Georgina Beyer dari Selandia Baru dan Vladimir Luxuria dari Italia.

Anna Grodzka terlahir sebagai lelaki bernama Krzysztof Begowski pada 16 Maret 1954. Ia merupakan pengusaha penerbitan serta rumah produksi film. Krzysztof memutuskan ganti kelamin dan menjalani operasi seksual di Thailand pada 2010.

Anna mengatakan sangat terharu dengan sambutan koleganya di parlemen. Upacara peresmian parlemen yang dibuka dengan lagu kebangsaan itu menjadi momen paling berharga bagi Anna.

"Ini hanya momen simbolis, tapi sesungguhnya kita berutang kepada rakyat Polandia karena mereka membuat pilihan. Mereka ingin mewujudkan Polandia yang modern, terbuka, dan bisa menerima semua orang dengan baik," ucap Anna.

Anna masuk dalam partai liberal Palikot Movement. Partai ini meraih suara terbesar ketiga, 10 persen dalam pemilihan 9 Oktober 2011. Partai yang dipimpin pengusaha politikus Janusz Palikot ini berseberangan dengan kelompok konservatif di negeri Katolik ini. Partai ini menyuarakan hak kelompok gay dan menentang larangan total aborsi di negara itu.

Partai Palikot juga memiliki Robert Biedron yang mengaku gay secara terbuka. Robert merupakan anggota parlemen pertama di Polandia yang mengaku homoseksual. Anna dan Robert duduk berdampingan dalam rapat perdana parlemen ini.

Anna mengatakan hasil pemilihan yang memenangkannya memunculkan berbagai reaksi. Banyak yang menghormati keputusan Anna beralih kelamin. Ada yang memiliki pandangan sangat negatif. "Kondisi ini diperburuk oleh politikus dan media yang tak paham transeksual," kata dia.

Banyak orang yang berpendapat bahwa munculnya kelompok liberal ini semakin mencerminkan pengaruh Katolik sudah memudar di kalangan muda Polandia. "Tanda yang sangat nyata, terutama di kalangan pemuda. Gereja tak lagi menarik bagi pemuda," ucap pendeta Maciej Zieba.

AP | BBC | YANDI