foto

Suryadharma Ali. ANTARA/Prasetyo Utomo

Menteri Agama Minta Jemaah Keracunan Diinvestigasi

TEMPO.CO, Mekkah - Menteri Agama Suryadharma Ali menginstrusikan kepada pihak terkait untuk melakukan investigasi terhadap kasus keracunan makanan yang dikonsumsi jemaah hingga menyebabkan diare, termasuk kemungkinan adanya sabotase.

"Penyebab keracunan ini sedang diteliti di laboratorium apakah karena kualitas makanan atau mungkin ada campuran-campuran yang menyebabkan jemaah diare. Ini yang sedang kami lakukan, penelitian penyebab keracunan," kata Menteri Agama Suryadharma kepada pers di Mekah, Selasa, 9 November 2011.

Hal tersebut disampaikan Menteri menanggapi adanya kejadian luar biasa keracunan makanan pada sejumlah jemaah haji saat makan malam, Senin, 7 November 2011, yang menyebabkan diare.

Kejadian dialami jemaah di maktab 71. Total jemaahnya sebesar 329 orang yang berasal dari kelompok terbang DKI Jakarta, Aceh, Makassar, dan Surabaya.

Suryadharma mengatakan dari hasil investigasi tersebut diharapkan akan bisa diketahui penyebab sebenarnya jemaah keracunan, sehingga bisa diambil tindakan tegas lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya sabotase.

Khusus untuk perusahaan katering yang menyediakan makanan pada saat itu, tegas Menteri, dirinya sudah mengambil langkah tegas yaitu memasukkan dalam daftar hitam.

"Jangankan memasukkan ke dalam daftar hitam. Sekarang pun perusahaan itu sudah tidak kami pergunakan lagi sebagai penyedia makanan bagi jemaah kita," katanya.

Menteri menjelaskan kejadian dimulai pada Senin pukul 19.00 waktu Arab Saudi saat makan malam di maktab. Kemudian pukul 24.00 sejumlah jemaah mengalami diare berat.

Kejadian itu menyebabkan tim kesehatan Pemerintah Indonesia dan tim kesehatan Pemerintah Arab Saudi memberikan pertolongan untuk menanggulangi kasus itu.

Usai melakukan pertolongan dengan memberikan obat-obatan, pukul 06.00 waktu setempat KLB dinyatakan sudah tidak ada lagi dan kondisi jemaah berangsur-angsur sembuh. Namun masih ada delapan orang yang dirawat untuk diinfus.

"Saya memuji langkah yang dilakukan tim kedokteran Indonesia dan Arab Saudi yang dengan cepat melakukan pertolongan, sehingga KLB sudah tidak ada lagi," kata Suryadharma.

Dia mengatakan pula Pemerintah Indonesia sudah melakukan protes kepada pihak muasassah dan kepada Pemerintah Arab Saudi agar hal tersebut tidak terulang lagi.

Menteri menegaskan langkah perbaikan sebenarnya sudah jauh lebih baik dilakukan dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya, tahun ini telah dibentuk tim kesehatan dari muasassah yang melakukan kontrol dari mulai gudang makanan.

SIS/ANT