Sungai Citarum, Jawa Barat. ANTARA/Yudhi Mahatma
Topik
Citarum Mulai Dikeruk
TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah mulai mengeruk Sungai Citarum dalam proyek yang direncanakan berlangsung dalam tiga tahun ke depan. Proyek yang dimulai pada Rabu 9 November 2011 ini menelan anggaran Rp 1,3 triliun.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di sela pencanangan proyek pengerukan di Baleendah, Bandung, Rabu, mengatakan proyek ini sebagai bagian dari rencana pemerintah merehabilitasi sungai itu. Pengerukan dilakukan untuk mengurangi banjir yang selalu melanda seputaran kawasan aliran sungai itu.
”Tidak ada yang berani menjamin tidak ada banjir lagi, tidak ada. Tapi pasti mengurangi banjir,” kata Djoko. Sungai Citarum punya banyak masalah seperti peningkatan debit aliran sungai, penambahan sedimentasi, daya dukung lahan, hingga kerusakan kawasan hulu.
Perbaikannya, kata Djoko, tidak bisa dikerjakan satu kementerian saja, tapi memerlukan penanganan terpadu. Sungai Citarum dinobatkan sebagai sungai terkotor sedunia. Soal ini Djoko mengamininya. ”Ini sungai strategis nasional, meski kondisinya seperti itu. Itu jadi keprihatinan kita bersama,” katanya.
Menurutnya, untuk mengembalikan Sungai Citarum agar sehat lagi pemerintah sudah menyiapkan rencananya dalam dokumen Penanganan Terpadu Wilayah Sungai Citarum. Dia menyebutkan dana yang dibutuhkan agar Citarum sehat lagi mencapai Rp 35 triliun dan butuh waktu lama. ”Terlalu sempurna betul, sampai penghijauan, konservasi, dan sebagainya, diperlukan waktu cukup lama sampai 15 tahun,” kata Djoko.
AHMAD FIKRI





