Sejumlah truk melintas di kawasan Tomang, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Gantian Tomang-Slipi Bakal Macet Parah
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah ruas Jalan Sudirman berangsur pulih dari proyek gorong-gorong, Kementerian Pekerjaan Umum memperingatkan kalau kemacetan parah akan ganti terjadi di ruas jalan Tomang menuju Slipi, Jakarta Barat. Perbaikan jalan direncanakan dilakukan di ruas jalan vital yang sudah macet tanpa harus ada proyek yang bakal menutup sebagian ruasnya itu.
Perbaikan akan dilakukan di Jalan Letjen S. Parman mulai 20 November nanti. Kondisi jalan itu dinilai sudah buruk dan membahayakan pengendara. "Banyak jalan amblas dan berlubang," kata Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Winarno, di kantornya, Kamis 10 November 2011.
Menurut Winarno, perbaikan Jalan Letjen S. Parman akan dilakukan pada 22-30 November 2011. Perbaikan juga akan dilakukan di dua ruas jalan nasional lainnya, yakni Jembatan Dua dan Jembatan Tiga yang saling tersambung di arah Pluit menuju Grogol.
Winarno menjelaskan, untuk ruas jalan yang pertama yang akan diperbaiki dari arah Tomang ke Slipi tersebut mencapai 490 meter. Untuk di Jalan Jembatan Dua dan Tiga, perbaikan jalan mencapai 300 meter.
Menurut Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Wilayah II Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum, Hari Suko Setiono, di ketiga jalan itu banyak memiliki kubangan sedalam 20 sentimeter. "Ini membahayakan pengendara. Apalagi musim hujan," ujarnya.
Hari memastikan proses pengaspalan setebal 10 sentimeter akan memakan badan jalan. Sejumlah alat berat yang digunakan diakuinya juga akan menghalangi pengendara.
Khusus untuk di Jalan S. Parman bahkan akan ditutup total dari 23 sampai 26 November 2011. Jalur yang disisakan adalah busway. Kendaraan yang melintas terpaksa mengantri di satu lajur itu nantinya untuk sementara.
Proyek ini, menurut Winarno, akan tetap jalan sesuai jadwal meski beberapa pihak menyatakan keberatannya karena berbarengan dengan Sea Games. Ia mengatakan, anggaran baru tersedia pada 28 Oktober 2011 lalu. Sementara lelang dilakukan sebelumnya atas persetujuan menteri. Pemenang tender adalah PT Godhar Utama Kharisma, dengan nilai kontrak Rp 4,7 miliar.
HERU TRIYONO





