foto

TEMPO/Prima Mulia

Harga Emas Kembali Jatuh di Bursa Asia

TEMPO.CO, New York - Harga komoditas emas pada perdagangan Rabu kemarin turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari transaksi setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat karena kekhawatiran prospek utang Italia yang kian memburuk. Harga emas sempat menguat hingga menyentuh level US$ 1.800 per troy ounce di awal perdagangan kemarin, seiring meningkatnya permintaan logam mulia.

Harga emas untuk antaran bulan Desember turun US$ 7,6 (0,4 persen) menjadi US$ 1.791 per ounce di bursa komoditas New York semalam. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh ke level tertingginya di US$ 1.801,1 per ounce. Harga emas telah meningkat US$ 43 per troy ounce dalam dua hari terakhir sehingga minggu ini masih naik 2 persen.

Namun di pasar Asia pagi ini, harga emas kembali merosot US$ 21,1 (1,18 persen) menjadi US$ 1.770,5 per troy ounce seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang Eropa.

“Rabu kemarin, harga emas turun karena menguatnya dolar AS sehingga akan mengurangi permintaan logam mulia,” kata analis dari ICICI. Aksi ambil untung setelah menyentuh US$ 1.800 juga turut memicu kejatuhan harga emas.

“Meskipun emas merupakan salah satu alternatif safe haven, namun bukannya tempat yang benar-benar aman,” kata Adrian Ash, kepala riset dari BullionVault.com. Harga bergerak titik demi titik di bursa berjangka, selain Jepang dan AS akan runtuh, sulit untuk keluar dari ancaman kredit global seiring terjadinya kekacauan di Italia. “Sama seperti saat runtuhnya Lehman Brothers, pasar akan keluar dari produk derivatif,” kata Ash.

Demikian pula dengan harga minyak mentah untuk antaran bulan Desember juga turun US$ 1,06 (1,1 persen) menjadi US$97.4 per barel semalam. Dan di pasar Asia pagi ini juga kembali terkoreksi US$ 0,13 (0,14 persen) ke level US$ 95,61 per barel.

Harga komoditas perak pagi ini juga turun 0,331 (0,96 persen) menjadi 34,035 per troy ounce. Dan indeks Dow Jones futures juga sudah turun 23 poin.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia sempat menyentuh 77,907 dari penutupan sebelumnya di 76,62. Dengan naiknya nilai tukar dolar AS menekan harga emas dan komoditas lainnya karena harga komoditas menjadi mahal bagi investor dengan mata uang selain dolar AS. Hal ini akan menurunkan permintaan emas di pasar global.

Terapresiasinya dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia dipicu oleh naiknya imbal hasil obligasi Italia ke level tertingginya di atas 7 persen sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa Negeri Pizza ini akan membutuhkan dana talangan seperti Yunani karena mahalnya biaya pinjaman saat ini.

Penurunan harga komoditas kali ini sejalan dengan jatuhnya harga saham di bursa Wall Street. Di mana indeks Dow Jones juga terjun bebas 389,24 poin (3,2 persen) ke level 11.780,94.

MARKETWATCH | VIVA B KUSNANDAR