Beras Impor. Tempo/Zulkarnain
Topik
Belum Ada Keputusan Impor Beras dari India
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan belum ada keputusan resmi mengimpor beras dari India. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan, saat ini Bulog masih bernegosiasi dengan pengusaha-pengusaha beras di negara itu.
"Itu masih sebatas pembicaraan antara India dan Bulog. Belum ada kabar resmi, Bulog masih negosiasi," kata Bayu, Kamis, 10 November 2011. Ia juga mengatakan belum ada permintaan penukaran ekspor bea keluar kelapa sawit (CPO) dengan impor beras. "Ada kabar membutuhkan suport."
Bayu juga menyatakan tidak ingin mendahului Bulog untuk keputusan impor beras. Bulog pun bertugas untuk menyiapkan stok dan menstabilkan harga. “Yang penting hasilnya stok harus aman 1,5 juta ton setahun dan raskin harus tersalurkan," kata dia.
Bayu membuka peluang buat India jika memang ada pembicaraan mengenai penawaran impor beras tersebut. "Kalau diminta perundingan Government to Government, ya kami coba bicarakan. Tapi sampai saat ini belum ada."
Soal kualitas beras India, Bayu mengakui, lebih rendah dibanding beras Thailand. Tapi pemerintah Indonesia sudah memiliki spesifikasi beras impor yang bisa masuk. “Kalau tidak memenuhi spek, ya tidak bisa," kata dia.
Sejak awal bulan, Indonesia terus berburu beras impor. Langkah ini berawal dari keinginan India untuk ekspor beras. Bulog kemudian melakukan kalkulasi dengan Menteri Perdagangan dan Duta Besar India di Indonesia.
Indonesia juga melakukan penjajakan kontrak impor beras ke Kamboja. Alasan Bulog melakukan penjajakan ke Kamboja. Kelebihan stok beras Kamboja mencapai 2 juta ton. Jumlah penduduk Kamboja hanya 14 juta jiwa.
FEBRIANA FIRDAUS





