foto

Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. ANTARA/Prasetyo Utomo

Haji Usai, Kerajaan Operasi Bersih-bersih Sampah  

TEMPO.CO, Mekah - Perhelatan haji telah selesai, seluruh jemaah pun kembali ke negara masing-masing dengan harapan agar menjadi haji yang mambrur.

Bagaimana dengan kesibukan tuan rumah? Kerepotan Kerajaan Arab Saudi selaku sahibul baith belum berkurang kendati tiga juta jemaah berangsung-angsur meninggalkan negerinya. Mereka menyisakan sampah yang terserak di jalan-jalan di Mina, Arafah, dan Mekah.

Tak hanya direpotkan masalah sampah yang berhamburan di jalan-jalan, petugas juga harus membersihkan tempat-tempat suci, termasuk Masjdil Haram, yang disesaki jutaan jemaah selama musim haji.

Untuk keperluan tersebut, jelas Wali Kota Mekah Osama al-Bar, mereka mengerahkan tak kurang dari 20 ribu tenaga kebersihan. "Mereka bertugas membersihkan tempat-tempat suci, berikut Arafah dan Muzdalifah," ujarnya.

Mereka terbagi ke dalam 25 unit, termasuk yang ditugaskan di Mina, Muzdalifah, dan Arafah. "Pembagian ini agar memudahkan koordinasi dan mempercepat proses pembersihan lokasi," tambahnya.

Untuk di Kota Mekah, pemerintah setempat mengerahkan 7.000 petugas guna membersihkan kota sejak 27 Oktober 2011. Di kota ini, pemerintah melengkapinya dengan 670 truk sampah dan mesin pembersih jalan.

Abdul Qadeer Sayeed, salah satu karyawan Kota Madya, mengatakan sebenarnya sangat wajar begitu banyak sampah menumpuk karena banyak sekali jemaah yang datang ke sini. Namun sangat disayangkan banyak jemaah yang tak bertanggung jawab atas sampah yang dibawanya. "Mereka, terutama anak-anak muda, setelah makan dan minum membuang begitu saja sampah seenaknya," katanya.

ARAB NEWS | CA