foto

Dua petugas keamanan menggiring tukang kebun, I Regu penyelamat memeriksa sebuah lubang di reruntuhan gedung untuk mencari korban yang mungkin terperangkap di mana tujuh orang diduga berada di dalamnya di Ercis, Van, Turki timur (25/10). Gempa kuat pada hari Minggu di Turki timur menewaskan ratusan orang. AP/Burhan Ozbilici

Samurai Gugur Saat Bantu Gempa Turki  

TEMPO.CO, - Regu penyelamat berhasil mengeluarkan lima mayat korban gempa, menambah jumlah korban tewas dalam gempa Turki terbaru menjadi sedikitnya 17 orang. Korban tewas itu termasuk seorang petugas penyelamat dari Jepang yang datang setelah gempa bumi dahsyat bulan lalu.

Pejabat manajemen bencana Turki, Askit Dayi, mengatakan mayat-mayat itu berasal dari dua hotel yang ambruk di timur Kota Van. Menurut televisi pemerintah, TRT, dua mayat lain dievakuasi kemudian. "Kami tak bisa mendengar suara apa pun," ujar Dayi.

Perwakilan regu penyelamat Akut, Recep Salci, kepada televisi NTV mengatakan suhu yang membekukan pada malam hari menjadi ancaman terhadap siapa pun. Tidak jelas berapa banyak orang yang masih hilang, termasuk dua jurnalis Turki. "Kami berharap menyelesaikan pencarian tengah malam," kata Dayi kemarin.

Kedua hotel retak-retak oleh gempa bumi bulan lalu dengan skala Richter 7,2 pada Rabu malam ketika sebuah gempa berkekuatan 5,6 magnitude mengguncang area itu.

Turki mengenang relawan Jepang yang tewas, Atsushi Miyazaki, dengan menyebutnya sebagai dermawan di Twitter serta menyesali bahwa ia tewas dalam gempa yang relatif ringan dibanding gempa sebelumnya dan tsunami yang menggedor Jepang pada Maret lalu.

"Namanya Atsushi, nama keduanya adalah ''manusia,''" tulis Ertugrul Ozkok, kolumnis untuk harian Hurriyet. "Dia sang samurai besar."

Miyazaki membantu menyalurkan daging untuk para korban gempa di Provinsi Van selama Idul Adha lalu. Para relawan kemanusiaan lain dari Jepang mengatakan, mereka berterima kasih kepada para pekerja kemanusiaan Turki yang datang membantu Jepang pada Maret lalu. Kolega Miyazaki, Miyuki Konnai, 32 tahun, diselamatkan hidup-hidup dari reruntuhan dan dalam kondisi stabil.

THE WASHINGTON POST | EURONEWS | DWI ARJANTO