Dedeh Irawati. TEMPO/Aditia Noviansyah
Foto Terkait
Dedeh Kandas, Ridwan Sumbang Emas
TEMPO.CO, Palembang - Dedeh Erawati tak kuasa menahan kekecewaannya. Setelah finis kedua di nomor lari 100 meter gawang putri SEA Games XXVI, Dedeh tak mampu berkomentar apapun atas hasil yang didapatkannya setelah finis kedua dengan catatan waktu 13,53 detik. Dedeh tak bisa mencetak hattrick di ajang kejuaraan multicabang dua tahunan ini.
Medali emas menjadi milik pelari Thailand, Wallapa Punsoongneun dengan catatan waktu 13,51 detik. Rekan senegaranya, Wassana Winatho merebut perunggu dengan catatan waktu 13,77 detik. Sementara itu, pelari pelapis Dedeh, Agustine Bawele tidak mampu berbicara banyak setelah hanya bisa finish dengan catatan waktu 14,12 detik.
Meski demikian, kabar menggembirakan datang kembali dari para atlet muda yang tak ditarget medali emas. Medali emas dipersembahkan atlet asal Nusa Tenggara Barat, Ridwan, di nomor lari 1500 meter putra. Ridwan finis terdepan dengan catatan waktu 3 menit 47,63 detik. Diikuti pelari Filipina Mervin Guarte yang finis kedua dengan catatan waktu 3 menit 47,65 detik. Sementara perunggu menjadi milik Mohd. Jironi Ridwan asal Malaysia yang finis ketiga dengan catatan waktu 3 menit 49,27 detik.
Ridwan tak menyangka bisa meraih medali emas. "Apalagi saat menjelang garis finish sempat ketat," katanya. Ridwan mengaku sempat terkendala dengan kilatan lampu yang mengganggu matanya. "Namun saya bersyukur bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia," katanya.
Kejutan lain datang dari nomor lari 400 meter putra. Meski hanya ditarget untuk meraih medali perak, Heru Astrianto justru finis terdepan dengan catatan waktu 47:53 detik. Medali perak pun diserahkan pada Chris Bagsit Archand. Yang finis di belakang Heru dengan catatan waktu 47:71 detik. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Indonesia atas nama Yacobus Leuwol dengan catatan waktu 47:97 detik.
Emas lainnya dipersembahkan pelari jarak jauh nasional Agus Prayogo yang berhasil memenuhi targetnya untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan di nomor 10.000 meter putra. Agus unggul setelah finis terdepan dengan 30 menit 10,43 detik, sementara rekan senegaranya Jauhari Johan terpaut 33 detik yaitu 30 menit 43.62 detik.
"Saya bersyukur bisa memenuhi target. Emas ini Saya persembahkan untuk negara dan segenap korps Angkatan Darat," ujar Agus. Sayangnya, Agus gagal memecahkan rekor SEA Games. Bahkan tidak lebih baik daripada rekor dua tahun lalu di Laos, dimana dia membukukan 29 menit 51.40 detik. "Cuaca panas sekali, cepat menguras tenaga," ujarnya.
Dengan demikian, atletik sangat mungkin melampaui target perolehan medali setelah mengantongi tujuh emas. Awalnya, PB PASI hanya mematok target tersebut namun sudah langsung terpenuhi sampai dengan hari kedua pertandingan. Untuk selanjutnya, masih terdapat peluang di nomor-nomor lari seperti lari jarak 5.000 meter, nomor-nomor lari estafet, dan sprint 200 meter.
EZTHER LASTANIA





