Muhammad Rehan. detik.com
Topik
Foto Terkait
Keluarga Bayi Menangis Darah Butuh Bantuan Dana
TEMPO.CO, Tangerang - Siti Muamalah, 24 tahun, ibunda Muhammad Rehan, berharap kelainan mata pada anaknya yang masih berusia 3 minggu itu dapat segera diatasi. Hanya saja, keterbatasan biaya membuat dia hanya bisa pasrah dan berharap bantuan untuk mengobati sakit anaknya.
Sejak lahir, ia dan suaminya belum pernah membawa Rehan ke dokter karena kesulitan biaya. “Jangankan untuk bawa ke dokter, untuk makan sehari-hari saja susah,” kata Siti saat ditemui di kediamannya di Kampung Kadu Sabrang, RT 03/02, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.”Saya berharap ada orang yang mau membantu untuk kesembuhan anak saya.”
Bayi berusia tiga minggu, Rehan, sudah empat kali mengeluarkan darah setiap kali menangis. Tetesan darah seperti air mata tersebut keluar saat Rehan menangis kencang. Kejadian itu membuat kedua orang tua Rehan panik.
Keluarga Rehan hidup sederhana. Mereka menumpang dengan orang tuanya. Sehari-hari Andri Andrianto, suami Siti, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Khawatir kondisi Rehan, Isah, ibu Siti, nekat membawa cucunya ke klinik mata tak jauh dari rumahnya.
Biaya ke klinik mata itu didapat dengan meminjam kepada tetangganya sebesar Rp 200 ribu. Menurut Isa, dokter klinik mengatakan jika darah yang keluar dari mata Rehan itu terjadi karena infeksi di kedua matanya. Dokter pun memberikan obat tetes mata dan harus rutin diberi selama 12 hari.
“Kata dokter ada infeksi di matanya. Harus diberi obat tetes mata selama 12 hari,” ungkapnya meniru ucapan dokter .
JONIANSYAH





