foto

ANTARA/M Risyal Hidayat

Kartu Langganan Kereta Prambanan Ekspres Dihapus

TEMPO.CO, Surakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta akan menghapus kartu berlangganan Prambanan Ekspres mulai 1 Desember mendatang. Kartu langganan yang biasa disebut kartu trayek bulanan dihapus karena terkait dengan kinerja kereta tersebut.

“Kartu langganan dihapus karena soal keadilan,” jelas pejabat humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, ketika dihubungi Tempo, Senin, 14 November 2011.

Selama ini, pemegang kartu trayek bulanan diwajibkan membayar di muka untuk pemakaian selama satu bulan. Dengan membayar Rp 317 ribu per bulan, pelanggan bisa menggunakannya untuk perjalanan pulang-pergi selama 22 hari. Harga tersebut sudah termasuk diskon 20 persen.

Namun ada risiko yang harus ditanggung, yaitu ketika Prambanan Ekspres mogok atau tidak beroperasi, maka tidak ada pengembalian uang. “Ini berbeda dengan pembeli harian. Misal mogok atau perjalanan batal, uang mereka akan dikembalikan,” tuturnya.

Yang jadi persoalan, akhir-akhir ini lima armada Prambanan Ekspres sering mogok karena usia armada yang uzur. Alhasil, pemegang kartu trayek bulanan menjadi dirugikan. “Karena alasan itulah, maka direksi memutuskan kartu itu dihapus selamanya,” tegasnya.

Alasan lainnya, saat ini sudah diterapkan pembatasan penumpang sehingga jika tetap ada kartu berlangganan, dikhawatirkan tidak akan tertampung dan mengurangi pelayanan kepada penumpang. Dia menyebut ada 350 orang yang memiliki kartu trayek bulanan.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Suyatno, mengatakan sudah menerima telegram soal penghapusan kartu trayek. “Kemarin sore saya terima,” ujarnya. Pihaknya akan segera menempel pengumuman terkait kebijakan di atas di sekitar stasiun.

Menurutnya, penghapusan kartu trayek bulanan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap penumpang Prambanan Ekspres. Sebab, pemegang kartu tersebut di Stasiun Solo Balapan hanya 147 orang, sementara jumlah penumpang per hari sekitar 1.700 orang.

Terpisah, Ketua Komunitas Pramekers Joglo, Eko Setyanto, menyesalkan penghapusan kartu berlangganan. Menurutnya, kartu langganan sangat membantu mereka yang terbiasa memakai jasa Prambanan Ekspres karena lebih murah.

“Kami kecewa dan keberatan dengan kebijakan ini,” katanya. Dia berharap kebijakan di atas dipertimbangkan lagi, mengingat cukup banyak pelanggan yang memanfaatkannya.

UKKY PRIMARTANTYO