foto

Dok TEMPO/Sony Soemarsono

PT Timah Batal Akuisisi Tambang Batubara

TEMPO.CO, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk batal mengakuisisi tambang batu bara pada tahun ini. Rencana akuisisi dua tambang batubara berawal dari keinginan perusahaan menambah pasokan produksi. Di awal 2010 perusahaan pun sempat meyakini dapat menyelesaikan proses akuisisi pertengahan 2011. "Kami masih ingin berkonsentrasi ke timah dulu," kata Direktur Keuangan PT Timah, Krishna Syarif, di Jakarta, Senin 14 November 2011.



Sekretaris Perusahaan PT Timah, Abrun Abubakar, mengatakan gagalnya rencana akuisisi perusahaan disebabkan masalah legal dan tidak adanya kesepakatan harga. "Kami sempat melakukan uji kelayakan dengan tambang di Kalimantan Timur dan beberapa kawasan di Sumatera. Tetapi tidak ada titik temu," ujar Abrun.



Karena tidak terjadi kesepakatan, emiten berkode efek TINS ini pun enggan meneruskan keinginan rencana akuisisi tambang batubara tersebut.
Sementara itu, PT Timah tidak akan melakukan ekspor untuk pasar spot hingga akhir tahun ini. Direktur Utama Wachid Usman mengatakan, itu disebabkan turunnya harga timah pada kuartal ketiga tahun ini.



Dia memperkirakan, harga timah akan kembali membaik pada awal tahun depan. Perusahaan pun berencana akan melakukan ekspor untuk pasar spot di tahun depan. "Kami tunda sampai tahun depan," katanya.



Meski harga timah diperkirakan membaik pada tahun depan, Wachid meminta agar ekspor timah dari Indonesia ke luar negeri segera diatur. Ini untuk menghindari kelebihan persediaan di dalam negeri yang dapat membuat harga timah kembali anjlok. "Oleh karena itu kami sepakat untuk mengupayakan ekspor timah dengan cara satu pintu," ujarnya.



PT Timah yang dipercaya sebagai pimpinan, menurutnya, tengah memproses penjualan timah dengan cara satu pintu ini, yaitu dengan pendekatan ke beberapa instansi salah satunya Kementerian Perdagangan.

SUTJI DECILYA