Pasukan TNI AL melakukan simulasi penyergapan perompak di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan (27/5). ANTARA/Yusran Uccang
IOR-ARC Sepakat Perangi Perompak Laut Hindia
TEMPO.CO, Bengalore -Para menteri perwakilan negara-negara sekitar Lautan Hindia menegaskan sikap terhadap perompakan sebagai musuh bersama. “Masalah perompakan adalah masalah dan musuh bersama. Oleh karena itu, persoalan ini juga harus dihadapi bersama-sama," kata Menteri Luar Negeri India, M.S. Khrisna di Bengalore, India, Selasa 15 November 2011.
Negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim-Association for Regional Co-operation (IOR-ARC) ini menyadari tingkat kepedulian dan kepentingan mereka berbeda-beda terhadap perairan tersebut. Karena itu, Krisna menilai wajar apabila anggota IOR-ARC memiliki peran dalam level dan bentuk yang berbeda-beda pula.
Perompakan Lautan Hindia, termasuk di Teluk Somalia, menjadi salah satu materi pembahasan pertemuan tingkat tinggi IOR-ARC di Bengalore, India. Masalah itu menjadi salah satu perhatian penting karena seringnya aksi perampokan yang dianggap mengganggu perdagangan dan investasi antar-negara itu, termasuk Indonesia.
Pertemuan ini dihadiri pejabat senior atau setingkat menteri dan 7 Menteri Luar Negeri–termasuk tuan rumah India. Sudhir Vyas, Sekretaris urusan Hubungan Ekonomi dari Kementerian Luar Negeri India, sekaligus ketua pelaksana pertemuan, menegaskan, penyelesaian perompakan di Teluk Somalia tak harus dilakukan melalui pendekatan militer. “Yang paling penting adalah sikap atau pandangan politik dari negara-negara terhadap masalah perompakan ini," kata Vyas.
Adapun perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia Yuli Mumpuni mengakui selama ini negara yang tergabung dalam IOR-ARC kurang serius menjalankan komitmen mereka. “Mudah-mudahan, pada masa datang, negara-negara yang terlibat bisa melaksanakan progam- sesuai kesepakatan,” kata Mumpuni.
Sebelum pertemuan tingkat menteri berlangsung, pejabat senior setiap negara tadi bertemu secara tertutup sejak Rabu, 9 November 2011. Pertemuan terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan materi pembahasan seperti, tetang kerjasama bisnis dan perdagangan, peluang investasi serta kelompok Kajian Akademik.
Hasil diskusi dan pertemuan kelompok ini akan dibahas dan disahkan dalam pertemuan tingkat menteri Selasa ini. Selain isu perompakan, pertemuan tingkat tinggi ini juga membahas perlakuan yang adil tanpa kekerasan terhadap nelayan pelanggar batas negara.Hasil pertemuan ini diharap berlaku mengikat bagi setiap negara peserta pertemuan.
Materi lainnya adalah kerjasama pengembangan pariwisata luar dan antar sesama anggota IOR-ARC, dan pengembangan Kelompok Usaha Kecil dan Menengah. Sebagai wujud kerjasama tersebut, India akan menjadi tuan rumah pertemuan para pengusaha UKM dari anggota IOR-ARC. Forum itu diharapakan memunculkan peluang kerjasama bisnis maupun penguatan kapasitas kewirausahaan.
RUSTAM M





