foto

Wakli Walikota Ternate, Arifin Djafar. foto : Istimewa

Dugem, Wakil Wali Kota Ternate Dituntut Mundur

TEMPO.CO, Ternate - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Maluku Utara Bersatu, Senin, 14 November 2011, berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ternate. Mereka menuntut Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar mundur dari jabatannya setelah tertangkap kamera wartawan saat dugem di sebuah tempat hiburan malam.

Koordinator aksi, Lukman Esa, 25 tahun, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Arifin Djafar merupakan bentuk pelanggaran etika yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pejabat publik. Apalagi perbuatan tersebut dilakukan saat Pemerintah Kota Ternate sedang gencar berupaya membasmi praktek prostitusi dan peredaran minuman keras. “Karena itu, kami minta dengan hormat agar Arifin Djafar mengundurkan diri,” katanya kepada Tempo.

Menurut Lukman, sebagai pejabat publik seharusnya Arifin Djafar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Ternate dikenal dengan julukan kota yang agamis, berbudaya, dan santun. Sebagai Wakil Wali Kota Ternate, Arifin Djafar sepatutnya meminta maaf kepada publik terkait perilakunya. “Kami merasa dilukai. Kalau pejabat publik saja sudah memberikan contoh yang tidak baik, selalu melanggar etika, bagaimana masyarakat mau percaya kepada pemerintah,” paparnya pula.

Mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Ternate mengeluarkan kebijakan yang melarang keras pejabat masuk tempat hiburan malam.

Menanggapi masalah ini, Arifin Djafar mengatakan kunjungannya ke tempat hiburan malam berkaitan dengan tugasnya menemani tamu dari Kementerian Pariwisata. Menurut dia, bertandang ke tempat hiburan malam bukanlah pelanggaran etika. “Saya hanya menemani tamu. Dulu sebelum menjadi wakil wali kota, saya juga sering masuk tempat tersebut. Apalagi tempat hiburan itu legal,” katanya di hadapan mahasiswa.

BUDHY NURGIANTO