Fitrianingsih Nur Hadiyanti (2kanan), Yulanda Asmuruf (2kiri), dan Martinel Prihastuti (kanan) mengarak rekannya Tantri Widyasari (kiri). ANTARA/Andika Wahyu
Foto Terkait
Tantri ''Kabur'' untuk Dukung Tim Karate
TEMPO.CO, Jakarta - Tantri Widyasari, anggota tim kumite grup karate putri Indonesia, "kabur" dari Rumah Sakit Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta, Senin, 14 November 2011. Tantri yang cedera lutut saat bertanding melawan Phouvy Lokhampahn dari Laos pada Ahad kemarin, terpaksa ke arena pertandingan menggunakan kursi roda, untuk memberikan semangat kepada timmnya yang sedang bertanding melawan Malaysia.
Tantri yang batal bertarung bersama timnya dalam pertandingan tersebut, serius menonton babak demi babak. Sesekali kedua tangannya diayunkan ke atas sambil bersorak gembira ketika timnya berhasil meraih poin. Saat tim kumite regu putri Indonesia lolos ke babak final melawan Malaysia, raut wajah Tantri tegang.
Dia pun tak kuasa menahan air mata saat tim kumite regu karate Indonesia berhasil menang melawan Negeri Jiran dan menyumbang medali emas ke-sepuluh dalam cabang olah raga karate. "Saya ngotot pengen ke sini, seharusnya masih di rumah sakit. Saya paksa dokter kalau saya harus melihat pertandingan," kata Tantri.
Tantri merupakan atlet karate yang sudah dua kali ikut dalam laga SEA Games. Saat SEA Games 2007, Tantri menyumbang medali perunggu. Begitupun di tahun 2009, Tantri kembali menyumbang medali perunggu. "Saya sangat berharap bisa tanding sekarang. Ini impian saya untuk menyumbang medali emas. Tapi ternyata saya mengalami cedera," katanya.
Salah seorang pelatih di kumite grup karate putri Indonesia, Christine Taroreh mengatakan Tantri mengalami cedera robeknya pengikat dengkul kaki kanan. Menurut Christine, Tantri kemungkinan harus menjalani operasi. "Dia termasuk andalan tim. Jika diopersi, kemungkinan akan pulih 6 bulan pasca operasi," katanya.
Tim srikandi Indonesia yang diwakili oleh Nur Fitri, Yulanda dan Martinel, menang 2-1 melawan tim Malaysia yang terdiri dari Yamini, Shakila, Jamaliah, dan Yugnies. Nur Fitri yang diturunkan pada pertarungan pertama menang 1-0. Namun pada pertandingan ke dua, tim yang menurunkan Yulanda harus kalah 1-2. Pada pertandingan ke tiga tim kemudian menurunkan Martinel dan berhasil menang dengan skor 4-2.
Sebelumnya tim kumite putra Indonesia yang terdiri dari Umar Syarif, Christo Mondolu, Hendro Salim, Jintar Simajuntak, Donny Darmawan, dan Yulizar Usia Motuty menekuk tim kumite putra Filipina dengan skor telak 3-0.
Selain meraih 10 medali emas dari total 17 medali emas dalam cabang karate, Indonesia juga meraih dua perak, dan empat perunggu. Perolehan tersebut melebihi dari jumlah yang ditargetkan, yaitu 7 medali emas untuk cabang karate.
ANGGA SUKMA WIJAYA





