Sejumlah pekerja menyelesaikan keperluan pameran Consumer Electronics Show di Las Vegas, (4/1). Pameran teknologi informasi yang terbesar di AS ini akan dibuka pada pekan depan. AP Photo/Jae C. Hong
Bank Dunia Gandeng Intel Corp
TEMPO.CO, Washington - Bank Dunia, melalui lembaga terafiliasinya, International Finance Corp (IFC), menggandeng pabrikan komputer dan perangkat teknologi informasi Amerika, Intel Corp, untuk membangun teknologi di negara berkembang. Negara-negara Afrika menjadi sasaran proyek global ini.
Menurut Kent Lupberger, kepala global teknologi, media, dan telekomunikasi IFC, proyek ini akan digarap bersama Intel Capital, anak usaha Intel yang bergerak di bidang pembiayaan.
Langkah pertama yang akan dilakukan IFC dan Intel Capital, yakni mengidentifikasi peluang teknologi informasi di Afrika dan kawasan lain. Sebagian besar investasi ditanamkan dalam bentuk penyediaan infrastruktur broadband, pusat data, dan serta sektor jasa teknologi informasi.
"Kami akan menggalang kemitraan dengan perusahaan lokal, terutama dalam masalah modal dan pinjaman lunak yang memungkinkan mereka tumbuh," kata dia kepada Reuters, Selasa, 15 November 2011.
Kerja sama IFC dan Intel dalam menggarap negara berkembang sudah beberapa kali dilakukan. Tahun lalu, keduanya membiayai pengembangan pusat data korporasi di Ukraina, sebuah perusahaan internet di Rusia, sebuah perusahaan teknologi di Chili, serta mengembangkan teknologi televisi dan perusahaan jasa di Cina.
Lupberger mengatakan, alasan pemilihan Afrika sebagai objek proyek kali ini tak lain karena keberhasilan Benua Hitam itu dalam membangun industri teknologi informasi.
Ia mencontohkan pesatnya perkembangan teknologi telepon seluler yang pasarnya telah tumbuh hingga 5 miliar konsumen. Padahal, negara-negara di sana masuk kategori negara yang sangat miskin dalam satu dekade terakhir.
Saking berkembangnya, industri seluler di Afrika telah menciptakan pertumbuhan lapangan kerja dan infrastruktur yang pesat. Tak heran jika IFC berminat menanamkan modal di sana karena mengharapkan adanya pengembalian investasi yang besar. "Karena itu, kami menggandeng perusahaan yang telah maju dalam komersialisasi produk atau jasa IT," ujar Lupberger.
Rencananya IFC akan mengucurkan dana US$ 700 juta dalam proyek ini. Hingga akhir tahun ini, IFC telah menganggarkan dana hingga US$ 19 miliar untuk proyek-proyek di negara berkembang.
FERY FIRMANSYAH





