foto

ANTARA/Syaiful Arif

Sapi Makan Sambil Berbaris?  

TEMPO.CO, Praha - Kura-kura, burung, dan paus teridentifikasi sangat sensitif terhadap medan magnet bumi. Pada tahun 2008, sekelompok ahli menemukan sapi juga sensitif terhadap medan magnet, namun tak semua ahli menerima kesimpulan itu mentah-mentah.

Hynek Burda dari University of Duisburg-Essen adalah ahli zoologi pertama yang mengusulkan bahwa sapi menyadari adanya medan magnet bumi. Menggunakan data dari Google Earth, ia menunjukkan sapi ternak cenderung mencari makan dengan berbaris mengikuti garis medan magnet, utara dan selatan. Fenomena yang sama juga mereka amati pada gerombolan kijang.

Penelitian lanjutan oleh Burda bersama peneliti lainnya menunjukkan kesejajaran posisi tubuh ini bisa terganggu oleh faktor lain. Sapi-sapi yang mencari makan di sekitar jaringan kabel listrik tak lagi mengikuti medan magnet bumi.

Awal tahun 2011, kelompok peneliti dari Cek mengulang penelitian yang dilakukan Burda. Kali ini mereka menggunakan gambar berbeda yang diambil dari Google Earth. Hasil penelitian dilaporkan melalui Journal of Comparative Physiology A, menyebutkan bahwa dua grup peneliti yang bekerja sama dalam penelitian ini tak menemukan kesejajaran badan sapi akibat pengaruh medan magnet.

"Temuan Burda tiga tahun sebelumnya tak sefantastis yang mereka sajikan," ujar Lukas Jelinek, peneliti dari Czech Technical University di Praha yang menjadi salah seorang peneliti pada percobaan ini.

Burda tak tinggal diam atas temuan peneliti Cek. Ia menganalisis ulang percobaan yang dilakukan Jelinek. Menurut Burda, Jelinek harus menggeluarkan sebagian data di dalam gambar karena ada sapi yang mencari makan di lereng buki atau dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi.

"Setengah dari data yang mereka pakai adalah derau," ujar Burda.

Burda juga menuding Jelinek berlaku subjektif saat menganalisis data. Peneliti Cek mengukur posisi setiap individu sapi, padahal pada penelitian sebelumnya Burda mengukur keteraturan sapi sebagai sebuah kelompok.

Pernyataan Burda ditentang habis-habisan oleh Jelinek. Menurut dia, sapi yang ada di gambar mereka berada jauh dari kabel listrik tegangan tinggi. Sementara daerah yang melereng relatif lebih sedikit sehingga tak akan menyumbang kesalahan statistik.

Ahli penerimaan-magnetik dari Duke University, North Carolina, Sönke Johnsen, yang tak terlibat dalam penelitian tersebut ikut menyumbang pendapat. Menurut dia, beberapa gambar memang tidak bisa dimasukkan sebagai bahan analisis. Sementara pengukuran posisi seharusnya dilakukan secara akumulatif, bukan memeriksa sapi satu per satu karena sapi saling mempengaruhi saat merumput.

Dia menyimpulkan, "penelitian awal Burda masih misterius tetapi teorinya masih kokoh."

NATURE | ANTON WILLIAM