foto

Pemain timnas U-23 Indonesia Titus Bonai (25) melakukan selebrasi bersama rekannya Oktovianus Maniani (10) dalam laga kualifikasi Grup A SEA Games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (7/11). Garuda Muda besutan Pelatih Rahmad Darmawan ini memukul telak tamunya dengan skor 6-0. TEMPO/Aditia Noviansyah

Tibo Tak Puas Sebelum Raih Medali Emas

TEMPO.CO, Jayapura – Penyerang tim nasional U-23, Titus Bonai, mengaku tak akan pernah puas sebelum meraih medali emas dalam ajang sepak bola SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Jangan puas dulu, yang penting selalu bersyukur pada Tuhan dan berusaha menampilkan yang terbaik,” kata Titus, Selasa, 15 November 2011.

Titus bersama Patrick Wanggai menjadi ujung tombak Garuda Muda. Saat melawan Thailand di pertandingan Ahad, 13 November, Titus mencetak gol pada menit ke-33. Gol tim Merah Putih lainnya dilesakkan Patrich Wanggai dan Ferdinand Sinaga.

Sementara gol Negeri Gajah Putih diciptakan oleh Ronnachai Rangsiyo dari titik putih. “Yang penting kita harus kompak, nanti sudah dapat juara baru puas,” kata Titus. Saat menjamu Singapura, Titus juga unjuk kebolehan dengan menciptakan satu gol pada menit ke-37.

Gol tersebut setelah aksinya melewati tiga pemain lawan. Gol timnas U-23 lainnya dibukukan Patrich Wanggai pada detik ke-45.

Dengan kemenangan atas Thailand, Indonesia memimpin klasemen Grup A dengan sembilan poin, unggul atas Malaysia di tempat kedua. Posisi ketiga ditempati Singapura dengan nilai empat, menyusul Thailand dengan nilai tiga, dan juru kunci Kamboja dengan poin nol.

“Saya berharap dukungan doa dari seluruh pendukung timnas, kita berusaha main sampai dapat juara,” ujar Titus.

Titus kini makin bersinar. Di Persipura, pemain asal Jayapura itu tak kalah hebatnya juga dari Boaz Salossa di garis depan. Ia memberi peran besar membawa Persipura saat merebut juara Indonesia Super Liga 2009/2010 lalu.

Titus mulai melejit saat memperkuat tim PON Papua di Kalimantan Timur pada 2008. Ia pernah bersama Bontang FC di musim 2008/2009 dan Persiram Raja Ampat sebelum akhirnya melabuhkan diri di tim Mutiara Hitam.

“Saya kira peran pemain Papua di timnas tidak bisa dianggap sebelah mata, ada Titus, Patrick, Stevie Bonsapia, Lukas Mandowen, dan Okto. Kita berharap ajang sepak bola juga bisa meraih emas,” kata Nando Fairyo, pengamat sepak bola Papua.

JERRY OMONA