foto

Seorang staf Bulog mengambil sampel dan mendekteksi keberadaan hama ataupun benda asing sebelum beras impor vitnam dibongkar muat (9/3). ANTARA/Zabur Karuru

Beras Impor dari India Segera Tiba  

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog segera menandatangani kontrak impor beras sebanyak 250 ribu ton dari India akhir pekan ini. “Beras impor ini akan tiba dua pekan ke depan," kata Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, kepada Tempo, Rabu, 16 November 2011.

Impor beras dari India, kata Sutarto, dilakukan Bulog agar Indonesia tak kekurangan beras hingga awal tahun depan. Saat ini ancaman paceklik menguat setelah produksi padi berdasarkan angka ramalan III Badan Pusat Statistik mengalami penurunan 1,63 persen dibanding tahun lalu, atau menjadi 65,39 juta ton Gabah Kering Giling.

Ia juga menegaskan impor dari India tersebut tidak dibarter dengan reduksi bea keluar produk sawit mentah seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu. "Murni urusan jual beli," ujarnya

Beras asal India lebih baik kualitasnya dibanding beras dari Thailand maupun Vietnam. Bulog mensyaratkan beras asal India harus memiliki kualitas dengan patahan 10 persen, sementara beras Vietnam dan Thailand kualitas patahannya 15 persen. Sayangnya, Sutarto tidak berkenan menyebutkan harga pembelian beras impor tersebut.

Sebelum menyepakati impor dari India, Indonesia lebih dulu meneken nota kesepahaman impor beras dengan Vietnam melalui mekanisme Government to Government. Kedua negara itu menyatakan komitmennya untuk mendahulukan ekspor berasnya kepada Indonesia hingga 1 juta ton.

Sutarto menambahkan, realisasi impor beras dari Vietnam kini sudah mencapai 727 ribu ton. Bulan lalu, Bulog sudah menandatangani kontrak dengan Vietnam sebanyak 1,2 juta ton. “Dengan Vietnam kami sudah 3 kali tanda tangan kontrak,” ujarnya.

Sampai saat ini, posisi stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 2 juta ton. Meski demikian, Bulog masih harus mengeluarkan sekitar 400 ribu ton beras hingga Desember mendatang untuk raskin dan operasi pasar. “Kami harus mengeluarkan jatah beras rakyat miskin ke-13 sebesar 260 ribu ton,” ujarnya.

ROSALINA