Marty M. Natalegawa. AP/David Karp
Topik
Foto Terkait
ASEAN Tolak Jadi Ajang Persaingan Negara Besar
TEMPO.CO, Nusa Dua- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, ASEAN tidak akan membiarkan kawasannya menjadi ajang persaingan negara-negara besar terkait dengan penyelesaian sengketa di Laut Cina Selatan.
"Yang perlu digarisbawahi adalah berbeda dengan dulu, sekarang ASEAN memiliki skenario atau pendekatan yang jelas," kata Marty kepada wartawan di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, Rabu (16/11/2011).
Oleh karena itu, ujar Marty, ASEAN perlu membuat aturan main berupa code of conduct atau guideline yang sesuai dengan kepentingan negara-negara ASEAN.
"Kami ingin yang menetralkan, meniadakan salah perhitungan, salahpaham, dan kehilangan kepercayaan," ujar Marty.
Pernyataan Marty tersebut sehubungan dengan penolakan negara-negara ASEAN atas proposal Filipina yang mendorong ASEAN bersatu menghadapi Cina dalam sengketa di Laut China Selatan.
Proposal Filipina disampaikan dalam pertemuan pejabat tinggi ASEAN dan pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN pada 14-15 November 2011 di Nusa Dua, Bali.
Namun menurut Marty, ASEAN mengutamakan dialog dan diplomasi dalam penyelesaian sengketa.
Menanggapi proposal Filipina, para menteri luar negeri ASEAN prihatin atas proposal itu karena dinilai justru akan mementahkan kembali proses penyelesaian yang sudah digodok selama ini.
“ASEAN menilai sepertinya proposal itu menciptakan track yang baru seolah-olah mulai dari nol lagi," ujar Marty.
Sengketa di Laut Cina Selatan melibatkan Cina, Taiwan dan empat negara ASEAN yakni, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam.
MARIA RITA





